Beranda Daerah KKN-T 76 Universitas Diponegoro Dorong Digitalisasi UMKM dan Literasi Keuangan di Desa...

KKN-T 76 Universitas Diponegoro Dorong Digitalisasi UMKM dan Literasi Keuangan di Desa Gilirejo Baru

Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk penerapan tridarma perguruan tinggi

Pelaksanaan Program Kerja Sosial Kemasyarakatan FEB KKN-T 76 Universitas Diponegoro. (Foto : Dok KKN)
Pelaksanaan Program Kerja Sosial Kemasyarakatan FEB KKN-T 76 Universitas Diponegoro. (Foto : Dok KKN)

SRAGEN, Jatengnews.id — Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) melalui KKN-T 76 kembali menunjukkan kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat.

Kali ini, mahasiswa melaksanakan rangkaian program kerja yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta generasi muda di Desa Gilirejo Baru, Kabupaten Sragen.

Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk penerapan tridarma perguruan tinggi. Kegiatan dirancang untuk mendorong pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital, sekaligus menanamkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa FEB Undip menggelar tiga program utama, yakni pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), pendaftaran dan pemetaan lokasi UMKM melalui Google Maps, serta edukasi literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar.

Pendampingan pembuatan QRIS diberikan kepada pelaku UMKM sebagai upaya menyediakan alternatif pembayaran non-tunai yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan transaksi digital. Mahasiswa tidak hanya membantu proses pendaftaran, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan QRIS dalam aktivitas transaksi sehari-hari.

Salah satu pelaku UMKM yang memperoleh pendampingan adalah Nabella, pemilik Seblak, Mie Jebew Mba Bella yang berdiri sejak akhir Februari 2026. Sebelum menggunakan QRIS, transaksi di usaha tersebut masih didominasi pembayaran tunai.

Setelah memperoleh pendampingan, Nabella kini memiliki pilihan pembayaran digital yang dapat digunakan oleh konsumen.

“Proses buat QRIS-nya gampang sekali karena QRIS yang dipakai bisa langsung terhubung sama rekening DANA sendiri jadi nggak perlu pakai rekening terpisah. Ternyata banyak dipakai juga sama yang beli untuk bayar karena menurut mereka biar nggak ribet bayarnya,” ujar Nabella.

Kehadiran QRIS diharapkan tidak hanya mempermudah konsumen dalam melakukan pembayaran, tetapi juga membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah ke sistem digital.

Selain pembayaran digital, mahasiswa KKN-T 76 juga membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas usaha melalui Google Maps. Pendampingan dilakukan dengan memasukkan sejumlah informasi penting, seperti nama usaha, alamat, kategori usaha, kontak, hingga lokasi usaha.

Langkah tersebut diharapkan membuat keberadaan UMKM lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen melalui pencarian digital.

Salah satu pelaku usaha yang mendapatkan pendampingan adalah Pujiyanti, pemilik Warung Makan Mba Ji. Ia berharap keberadaan warungnya di Google Maps dapat memperluas jangkauan konsumen, termasuk masyarakat dari luar wilayah Desa Gilirejo Baru.

“Harapannya jangkauan warung ini bisa lebih luas dan makin banyak yang datang. Jadi kalau ada pendatang yang cari tempat makan, mereka bisa langsung tahu dan lebih gampang mengakses lokasi warung saya,” ungkap Pujiyanti.

Pemanfaatan Google Maps menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan pelaku UMKM untuk meningkatkan kehadiran usaha di ruang digital. Dengan informasi lokasi yang mudah diakses, calon konsumen dapat menemukan usaha sekaligus memperoleh informasi dasar sebelum datang secara langsung.

Tak hanya menyasar sektor UMKM, mahasiswa KKN-T 76 juga memberikan edukasi literasi keuangan kepada siswa SDN 5 Gilirejo Baru. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep dasar pengelolaan keuangan dengan cara yang sederhana dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.

Materi yang diberikan meliputi pentingnya menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan uang secara bijak. Penyampaian dilakukan secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses pembelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya membangun kebiasaan positif dalam mengelola uang sejak usia dini. Siswa didorong untuk mulai menyisihkan sebagian uang untuk ditabung serta belajar menentukan prioritas ketika menggunakan uang.

Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk memiliki kebiasaan finansial yang sehat ketika tumbuh dewasa.

Rangkaian kegiatan KKN-T 76 FEB Undip di Desa Gilirejo Baru mendapat respons positif dari pelaku UMKM maupun siswa. Pendampingan QRIS dan Google Maps membantu pelaku usaha mengenal sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan bisnis.

Di sisi lain, edukasi literasi keuangan mendapat antusiasme dari siswa, terutama ketika membahas kebiasaan menabung serta cara membedakan kebutuhan dan keinginan.

Meski demikian, keberlanjutan manfaat program tetap membutuhkan kesadaran dan kemauan dari masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui perpaduan pemberdayaan UMKM dan edukasi generasi muda, KKN-T 76 FEB Undip berupaya memberikan kontribusi yang tidak hanya bersifat jangka pendek. Digitalisasi usaha diharapkan mampu membantu UMKM menjadi lebih mudah diakses konsumen, sementara literasi keuangan sejak dini diharapkan membentuk generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Rangkaian pengabdian tersebut sekaligus menjadi langkah mahasiswa Undip dalam mendorong masyarakat Desa Gilirejo Baru agar semakin adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital dan memiliki fondasi pengelolaan keuangan yang lebih baik.




Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor    : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version