
SEMARANG, Jatengnews.id — Pemahaman mengenai tubuh dan batasan diri menjadi salah satu bekal penting bagi anak untuk melindungi diri dari kekerasan seksual.
Hal tersebut mendorong mahasiswa KKN-T IDBU 51 Universitas Diponegoro (Undip) menggelar edukasi pencegahan kekerasan seksual bagi siswa SD Negeri Kenteng 02, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6 tersebut berlangsung secara interaktif. Para siswa diajak mengenali area privasi tubuh, memahami pengertian kekerasan seksual, mengenali berbagai bentuk perilaku yang tidak pantas, serta membedakan antara sentuhan yang baik dan sentuhan yang tidak baik.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa agar mudah dipahami. Melalui edukasi tersebut, mahasiswa berupaya menanamkan pemahaman bahwa setiap anak memiliki batasan atas tubuhnya sendiri dan berhak menolak perlakuan yang membuat mereka merasa tidak nyaman atau tidak aman.
Materi edukasi disampaikan oleh Shafa Naziiha, Suci Indah, dan Grace Elia. Tidak hanya memberikan penjelasan, ketiganya juga mengajak siswa berdiskusi dan menjawab sejumlah pertanyaan berdasarkan situasi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Para siswa kemudian diajak memahami pentingnya berani mengatakan “tidak” ketika menerima perlakuan yang tidak diinginkan. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau melihat situasi yang membuat mereka merasa terancam.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti diskusi, serta terlibat dalam berbagai sesi edukasi. Suasana tersebut membuat materi mengenai perlindungan diri dapat diterima dengan lebih ringan dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T IDBU 51 juga mendorong siswa untuk tidak merasa takut atau malu ketika harus membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan tubuh. Keberanian untuk berbicara dan mencari bantuan dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kekerasan seksual sejak dini.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN-T IDBU 51 Universitas Diponegoro di Desa Kenteng. Pelaksanaannya mendapat pendampingan dari Prof. Dr. Purnawan Adi Wicaksono, S.T., M.T., Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T., Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., dan Lisa’ Yihaa Roodhiyah, S.Si., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
Edukasi pencegahan kekerasan seksual ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Dengan pemahaman yang diberikan sejak dini, para siswa diharapkan mampu mengenali batasan tubuh, menjaga diri, berani menolak perlakuan yang tidak pantas, serta mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta pertolongan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi