Demak, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 112 berhasil mendorong digitalisasi pelaku UMKM melalui program “UMKM Desa Mranak Mendunia” di Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.
Berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Mranak dan Forum UMKM Desa Mranak, mahasiswa berhasil mencapai target pendampingan pembuatan alamat usaha di Google Maps dan QRIS hanya dalam empat hari, Jumat–Senin (31/07/26–03/08/26).
Program tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar sekaligus beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital. Digitalisasi juga diharapkan dapat mendukung Desa Mranak sebagai desa wisata dengan memudahkan masyarakat dari luar daerah menemukan lokasi usaha dan melakukan pembayaran secara non-tunai.
Program “UMKM Desa Mranak Mendunia” merupakan tindak lanjut dari Surat Himbauan Digitalisasi UMKM Desa Mranak yang dikeluarkan pemerintah desa. Program tersebut mencakup pendampingan pembuatan alamat usaha di Google Maps serta pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM.
Ketua Forum UMKM Desa Mranak, Budi, mengatakan digitalisasi diperlukan agar pelaku usaha memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan pola transaksi dan pemasaran.
“Pembuatan alamat UMKM di Google Maps dan QRIS ini memiliki tujuan untuk meningkatkan digitalisasi operasional dan pembayaran UMKM di Desa Mranak. Selain itu, karena desa ini termasuk desa wisata maka diharapkan pelaku UMKM memiliki mindset digital, sehingga dapat menarik perhatian kalangan muda yang banyak melakukan transaksi non-tunai untuk datang ke Desa Mranak,” ucapnya.
Pendampingan dilakukan menggunakan metode door to door. Mahasiswa KKN bersama Ketua dan pengurus Forum UMKM Desa Mranak mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk memberikan sosialisasi sekaligus membantu proses digitalisasi sesuai kebutuhan masing-masing usaha.
Metode tersebut dinilai efektif karena target yang sebelumnya direncanakan selesai dalam waktu dua minggu dapat dicapai hanya dalam empat hari. Pendampingan secara langsung juga membuat pelaku UMKM dapat mengikuti proses pendaftaran dan memahami cara memanfaatkan layanan digital untuk usahanya.
Anggota Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT ke-22 Posko 112, Muhammad Rifki Prayoga, mengatakan program tersebut bahkan melampaui target awal yang ditetapkan mahasiswa.
“Tentu pada awalnya kelompok kami menargetkan pembuatan 30 alamat UMKM di Google Maps dan 10 QRIS yang dilakukan selama dua minggu. Akan tetapi, berkat kolaborasi dengan Pemerintah Desa Mranak dan Forum UMKM setempat, target tersebut berhasil tercapai hanya empat hari. Bahkan masih terdapat beberapa pelaku UMKM yang berminat untuk mengikuti program ini karena merasa usahanya akan berkembang dengan digitalisasi,” ujarnya.
Dalam pembuatan alamat usaha di Google Maps, mahasiswa membantu pelaku UMKM memasukkan sejumlah informasi penting, seperti nama usaha, kategori, alamat, jam operasional, dan kontak yang dapat dihubungi. Informasi tersebut diharapkan memudahkan calon pelanggan menemukan lokasi usaha melalui pencarian digital.
Sementara itu, pendampingan pembuatan QRIS dilakukan melalui layanan pembayaran digital, seperti GoPay Merchant dan DANA. Prosesnya meliputi registrasi akun usaha, pengisian identitas pemilik, pemindaian KTP dan wajah, hingga tahap verifikasi. Proses pendaftaran dapat berlangsung sekitar 10 menit atau lebih, tergantung proses verifikasi.
Salah satu pelaku UMKM, Faqih Anam, pemilik Warung Kopi Bu Tarni di Desa Mranak, menyambut baik pendampingan tersebut. Ia berharap penggunaan Google Maps dan QRIS dapat membantu usahanya beradaptasi dengan kebutuhan konsumen di era digital.
“Sebelumnya terima kasih kepada adik-adik KKN UIN Walisongo Semarang yang telah membantu melakukan digitalisasi kepada usaha saya. Semoga dengan adanya alamat usaha di Google Maps dan sistem pembayaran QRIS dapat meningkatkan kemampuan bersaing di era yang serba digital ini,” tuturnya.
Program “UMKM Desa Mranak Mendunia” menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa KKN, pemerintah desa, forum UMKM, dan pelaku usaha dalam mempercepat transformasi digital di tingkat desa. Selain membantu meningkatkan visibilitas usaha, program tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk mulai membangun pola pikir yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 112 berharap alamat usaha di Google Maps dan QRIS yang telah dibuat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM. Digitalisasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Mranak untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing, sekaligus mendukung perkembangan Desa Mranak sebagai desa wisata.
Penulis: Tim KKN UIN Walisongo Posko 112
Editor: R. D. Pramesti





