BOYOLALI, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan kegiatan edukatif dan kreatif bagi siswa SDN 2 Kalinanas, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengenalkan budaya Jepang sekaligus mengajak siswa memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan bunga dengan konsep Ikebana.
Kegiatan yang digelar pada 6 Agustus 2026 itu merupakan bagian dari program sosial kemasyarakatan KKN. Program ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan seni dan budaya Jepang kepada anak-anak melalui aktivitas yang menyenangkan.
Gagasan tersebut berangkat dari masih ditemukannya sampah plastik yang belum dikelola secara optimal di lingkungan masyarakat. Sebagian sampah bahkan berpotensi dibakar atau dibuang begitu saja. Padahal, pembakaran plastik dapat menghasilkan asap dan bau yang mengganggu kualitas udara, sedangkan plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN mengajak siswa mengenali cara sederhana untuk memberikan manfaat baru pada sampah plastik. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mengubah botol plastik bekas menjadi kerajinan berbentuk bunga.
Konsep Ikebana dipilih karena merupakan seni merangkai bunga dari Jepang yang tidak hanya mengedepankan unsur keindahan, tetapi juga komposisi, keseimbangan, dan kreativitas.
Dalam kegiatan ini, prinsip tersebut diadaptasi menggunakan bahan sederhana berupa botol plastik bekas. Botol dipotong, dibentuk, dan dihias hingga menyerupai bunga, kemudian ditata menjadi sebuah rangkaian yang menarik.
Pendekatan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih interaktif. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai budaya Jepang, tetapi juga belajar bahwa barang bekas yang selama ini dianggap tidak bernilai masih dapat diolah menjadi karya seni.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Kepala SDN 2 Kalinanas menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru bagi para siswa, terutama dalam bidang kerajinan tangan.
“Anak-anak di sini sangat tertarik dengan kerajinan seperti ini karena di sekolah kami hanya mempelajari musik saja di mata pelajaran Seni Budaya. Dengan adanya adik-adik KKN, terutama pengenalan budaya Jepang, justru membuat anak-anak semakin tertarik,” ujarnya.
Kegiatan semakin menarik karena siswa mengerjakan kerajinan secara berkelompok. Jumlah siswa yang relatif sedikit membuat mereka lebih mudah berinteraksi, bekerja sama, dan saling membantu selama proses pembuatan karya.
“Jumlah siswa yang relatif sedikit membuat mereka sudah saling mengenal satu sama lain, sehingga lebih mudah beradaptasi dan bekerja sama dalam mengerjakan kerajinan tangan secara berkelompok,” ujar Ibu Rohis.
Program yang digagas oleh Hidayatul Aulya dan Rahman Hakim Arief Hidayatulloh tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan kreatif semata. Mahasiswa KKN ingin mendorong siswa untuk mulai memandang sampah sebagai material yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.
Ke depan, pemanfaatan sampah plastik diharapkan dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerajinan dan hiasan ruangan yang memiliki nilai estetika serta dapat menjadi ciri khas Desa Kalinanas.
Selain mengurangi potensi sampah yang dibuang atau dibakar, kreativitas tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk sederhana yang memiliki nilai guna.
Perpaduan edukasi lingkungan dengan pengenalan budaya Jepang melalui Ikebana menjadi cara mahasiswa KKN UNDIP untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan yang sederhana, kreatif, dan menyenangkan, siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal kecil, termasuk mengubah sampah menjadi karya yang bernilai.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi



