Beranda Daerah IDI Karanganyar Telusuri Dugaan Pelecehan Seksual Bermodus Tawaran Kerja

IDI Karanganyar Telusuri Dugaan Pelecehan Seksual Bermodus Tawaran Kerja

Ada pula yang menyebut mengalami tekanan atau teror setelah menolak atau mempertanyakan komunikasi tersebut.

Ilustrasi pelecehan yang dilakukan senior organisasi. (Foto:Ai Gemini)
Ilustrasi pelecehan yang dilakukan senior organisasi. (Foto:Ai Gemini)



KARANGANYAR, Jatengnews.id – Jagad dunia maya dihebohkan dengan dugaan pelecehan seksual bermodus tawaran pekerjaan yang diduga melibatkan seorang dokter yang praktik di Kabupaten Karanganyar. Dugaan ini sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan masyarakat Karanganyar.

Dalam unggahan di media sosial, sejumlah pria mengaku mendapat pesan langsung atau DM dari seseorang yang mengaku sebagai dokter dan menawarkan pekerjaan. Namun komunikasi yang terjadi justru mengarah pada pertanyaan tentang fisik hingga ajakan yang bersifat seksual.

Beberapa pengunggah bahkan mengaku mendapat ajakan untuk melakukan hubungan intim setelah berkomunikasi dengan dokter tersebut. Ada pula yang menyebut mengalami tekanan atau teror setelah menolak atau mempertanyakan komunikasi tersebut.

Tangkapan layar percakapan kemudian dibagikan ke media sosial sebagai bentuk peringatan kepada pencari kerja lainnya.
Perlu dicatat, tudingan tersebut masih berupa klaim yang beredar di media sosial dan belum dapat diklarifikasi kebenarannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Karanganyar, Siti Wahyuningsih, saat dihubungi wartawan pada Rabu 19 Agustus 2026 mengaku belum mengetahui informasi yang beredar.

“Kami belum tahu informasi tersebut. Kita akan cek terlebih dahulu,” ujarnya.

Siti juga belum dapat memastikan identitas dokter yang disebut dalam unggahan tersebut, termasuk apakah yang bersangkutan merupakan anggota IDI Karanganyar atau tidak. Oleh karena itu, IDI belum mengambil kesimpulan maupun memberikan penilaian terkait dugaan tindakan tersebut.

“Coba kirim medianya kepada saya. Nanti saya pelajari lebih lanjut, nanti kita telusuri,” tegasnya.

Menurut Siti, penelusuran diperlukan untuk memastikan identitas dokter, tempat praktik, status keanggotaan di IDI, serta mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kronologi dugaan kejadian.

Sementara itu, anggota IDI Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, mengatakan pihaknya perlu melihat terlebih dahulu konteks tindakan yang dituduhkan. Hal ini untuk memastikan apakah berkaitan dengan profesi kedokteran atau dilakukan dalam kapasitas pribadi.

“Kalau itu menyangkut profesi, ada kode etik. Nanti akan dicermati dari aspek itu. Sebaliknya, apabila tindakan dilakukan di luar aktivitas profesi dan merupakan persoalan pribadi, kewenangan organisasi profesi menjadi terbatas,” tegasnya.

Cucuk mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru memberikan vonis atau menyimpulkan seseorang sebagai pelaku hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, sebelum ada klarifikasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.




Penulis  : Iwan Iswanda

Editor    : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version