Semarang, JatengNews.id– Sebanyak 26 santriwati Program Tahfidz Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an, Dusun Larangan, Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, mengikuti pelatihan mengolah limbah bungkus kopi menjadi tas anyaman yang digelar oleh Divisi Ekonomi dan Kreatif KKN UIN Walisongo Semarang Posko 18 Divisi Ekonomi dan Kreatif KKN UIN Walisongo Posko 18 , Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan pemanfaatan limbah kemasan plastik menjadi kerajinan yang memiliki nilai guna sekaligus berpotensi bernilai ekonomi.
Melalui pelatihan tersebut, para santriwati diajak memahami bahwa bungkus kopi bekas yang selama ini dianggap sebagai sampah masih dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif. Salah satunya adalah tas anyaman yang dapat digunakan kembali dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha.
Materi pelatihan disampaikan anggota Divisi Ekonomi dan Kreatif KKN UIN Walisongo Semarang Posko 18, Fajri Khomsu Misbahatin. Ia menjelaskan bahwa limbah bungkus kopi dapat diolah menjadi berbagai kerajinan dengan proses sederhana.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa barang yang sering dianggap tidak berguna ternyata masih memiliki nilai. Dengan sedikit kreativitas, limbah bungkus kopi dapat disulap menjadi kerajinan yang bermanfaat sekaligus membuka peluang usaha sederhana,” ujar Fajri.
Antusiasme santriwati terlihat selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa KKN sebelumnya menargetkan pembuatan dua tas sebagai contoh hasil pelatihan. Namun, antusiasme peserta membuat target tersebut terlampaui.
Dalam waktu sekitar satu setengah jam, para santriwati berhasil menyelesaikan lima tas anyaman berbahan bungkus kopi bekas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa limbah kemasan plastik dapat diolah menjadi produk kreatif melalui keterampilan sederhana.
Wakil Lurah Program Tahfidz Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an, Ila, mengapresiasi kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus mendorong santriwati untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas.
“Kami sangat senang dengan kehadiran teman-teman KKN. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang luar biasa sekaligus mengajarkan santriwati untuk berpikir lebih kreatif dengan memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar,” katanya.
Salah satu santriwati Program Tahfidz, Dina, juga mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut. Ia mendapatkan pengalaman baru dalam mengolah limbah bungkus kopi menjadi barang yang dapat digunakan.
“Saya senang bisa belajar mendaur ulang bungkus kopi menjadi tas yang indah. Dari kegiatan ini saya juga belajar bahwa langkah kecil seperti memanfaatkan sampah bisa menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an, Ahmad Zaynal ‘Aisy. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya mengembangkan kreativitas santriwati, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat bermanfaat bagi mereka di masa mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada para santriwati. Kegiatan seperti ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga melatih keterampilan dan soft skill yang bermanfaat bagi mereka di masa depan,” tuturnya.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UIN Walisongo untuk mengenalkan pengelolaan limbah berbasis kreativitas kepada masyarakat. Pemanfaatan bungkus kopi menjadi tas juga dapat menjadi alternatif sederhana untuk mengurangi sampah kemasan plastik di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 18 berharap para santriwati dapat terus mengembangkan keterampilan mengolah barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan membuka peluang ekonomi sederhana melalui produk kerajinan.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti





