Mahasiswa KKN Undip Rancang Alur Logistik Sampah Organik untuk Perkuat ProKlim RW 6 Mijen

Warga belum memiliki pemahaman yang seragam mengenai mekanisme penyetoran sampah organik, sementara fasilitas seperti Dropbox Stasiun Pilah Sampah dan TPS RW 6 belum terhubung secara sistematis dengan Teba Modern.

SEMARANG, Jatengnews.id — Upaya pengelolaan sampah organik di RW 6 Kelurahan Mijen mendapat dorongan baru melalui inovasi yang dirancang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip).

Tim KKN II TA 2025/2026 Kelompok 1 merancang sistem alur logistik sampah organik untuk menghubungkan rumah tangga warga dengan fasilitas pengolahan Teba Modern.

Selama ini, sampah organik seperti daun kering, sisa sayuran, dan sampah pekarangan masih kerap tercampur dengan sampah lainnya. Padahal, jenis sampah tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan kembali.

Kelurahan Mijen sendiri telah memiliki Teba Modern sebagai fasilitas pengolahan sampah organik menjadi kompos. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena belum tersedia sistem alur yang jelas untuk memastikan sampah organik dari rumah tangga dapat dikumpulkan dan disalurkan secara teratur menuju fasilitas pengolahan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam keberlanjutan Program Kampung Iklim (ProKlim) di RW 6. Warga belum memiliki pemahaman yang seragam mengenai mekanisme penyetoran sampah organik, sementara fasilitas seperti Dropbox Stasiun Pilah Sampah dan TPS RW 6 belum terhubung secara sistematis dengan Teba Modern.

Berangkat dari persoalan tersebut, Tim KKN Undip Kelompok 1 menghadirkan Program Multidisiplin 2 yang berfokus pada peningkatan kapasitas ProKlim melalui pengelolaan sampah organik berbasis Teba Modern.

Salah satu kontribusi dalam program tersebut dilakukan oleh Dafa Zaldi Hamdaka, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Sekolah Vokasi Undip. Ia merancang sistem alur logistik yang mengatur perpindahan sampah organik dari sumber hingga ke lokasi pengolahan.

Dalam rancangan tersebut, terdapat empat titik perpindahan utama. Alur dimulai dari rumah tangga warga RT 1–9 RW 6, kemudian sampah organik disetorkan ke Dropbox atau Stasiun Pilah Sampah RW 6.

Selanjutnya, sampah dikumpulkan di TPS RW 6 sebelum diangkut menuju Teba Modern yang berada di Kelurahan Mijen. Di fasilitas tersebut, sampah organik kemudian diolah menjadi kompos.

Untuk memudahkan penerapan di lapangan, sistem tersebut dituangkan dalam buku pedoman dan infografis yang dirancang dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Kehadiran pedoman ini diharapkan dapat membuat pengelolaan sampah organik tidak lagi bergantung pada keberadaan mahasiswa KKN. Sebaliknya, kader dan warga diharapkan mampu menjalankan sistem tersebut secara mandiri dan konsisten.

Program perancangan alur logistik sampah organik ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Responsible Consumption and Production.

Melalui sistem yang terstruktur, sampah organik yang sebelumnya berpotensi terbuang percuma dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos. Langkah tersebut sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih efisien dan bertanggung jawab.

Program ini juga mendukung SDG 13 tentang Climate Action. Pengelolaan sampah organik secara tepat dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat masyarakat, termasuk dengan mengurangi potensi pembentukan gas metana dari sampah organik yang membusuk tanpa pengelolaan.

Sistem alur logistik tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan serah terima buku pedoman yang berlangsung pada Kamis, 14 Agustus 2026, di Balai RW 6 Kelurahan Mijen.

Kegiatan dihadiri seluruh anggota Tim KKN Kelompok 1 bersama belasan kader PKK RW 6. Dalam sosialisasi, mahasiswa menjelaskan tahapan pengelolaan sampah organik mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga proses pengangkutan menuju Teba Modern.

Para kader juga mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme penyetoran sampah ke Dropbox Stasiun Pilah Sampah serta alur pengumpulan dan pengangkutan dari TPS RW 6.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan serah terima buku pedoman dan infografis kepada perwakilan kader PKK RW 6. Para kader menyambut baik panduan tersebut karena dinilai dapat membantu mereka memahami sekaligus menyampaikan mekanisme pengelolaan sampah organik kepada warga.

Tim KKN Undip Kelompok 1 berharap sistem yang telah dirancang dapat segera diterapkan secara konsisten. Dengan adanya alur yang jelas, pengelolaan sampah organik di RW 6 diharapkan menjadi lebih teratur, sekaligus memperkuat keberlanjutan Program Kampung Iklim di Kelurahan Mijen.

Tak berhenti pada pengurangan sampah, sistem ini diharapkan mampu membangun kebiasaan baru di masyarakat: memilah dari rumah, mengalirkan sampah melalui jalur yang tepat, hingga mengubahnya menjadi kompos yang kembali bermanfaat bagi lingkungan.





Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor    : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN