BOYOLALI, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) mengajak ibu-ibu Posyandu Dusun Pilangdoyong, Desa Kemusu, Kecamatan Kemusu, Boyolali, untuk mengenal budidaya pakcoy sebagai salah satu langkah sederhana dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Kegiatan bertajuk “Menanam Pakcoy untuk Mendukung Gizi Keluarga” tersebut digelar pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebagai bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan mahasiswa KKN Tim II UNDIP.
Program ini dilatarbelakangi pentingnya peran keluarga dalam menyediakan pangan bergizi secara mandiri. Selain itu, persoalan stunting yang masih menjadi perhatian di Desa Kemusu turut mendorong mahasiswa untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan sumber pangan yang mudah dibudidayakan di lingkungan rumah.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai manfaat pakcoy, tetapi juga mendapatkan keterampilan dasar untuk menanam dan merawat sayuran secara mandiri.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai manfaat pakcoy sekaligus pengenalan tahapan budidayanya. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan oleh peserta di rumah.
Mahasiswa KKN menjelaskan proses budidaya pakcoy mulai dari penyemaian benih, pemindahan tanaman, perawatan, hingga tahap pascapanen. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai kebutuhan air, kondisi media tanam, serta perawatan yang diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Untuk membantu peserta mengingat materi, mahasiswa menyediakan brosur panduan budidaya pakcoy. Brosur tersebut berisi informasi mengenai manfaat pakcoy serta tahapan penanaman secara runtut, mulai dari penyemaian hingga tanaman siap dipanen.
Brosur tersebut diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi ibu-ibu Posyandu sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan kembali di lingkungan rumah masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Sejumlah ibu-ibu Posyandu aktif mengajukan pertanyaan mengenai perawatan tanaman, ciri-ciri tanaman yang sehat, hingga tahapan penanaman berikutnya.
Sebagai bagian dari praktik dan keberlanjutan program, setiap peserta mendapatkan polybag yang telah berisi tanaman pakcoy berusia sekitar 14 hari. Tanaman tersebut kemudian dibawa pulang untuk dirawat hingga memasuki masa panen.
Pemberian tanaman ini memungkinkan peserta untuk mempraktikkan secara langsung pengetahuan yang telah diperoleh. Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami teori budidaya, tetapi juga dapat mengikuti proses pertumbuhan tanaman dari rumah.
Mahasiswa KKN juga memberikan benih pakcoy kepada peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab. Benih tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar masyarakat dapat melakukan penanaman kembali secara mandiri.
Setelah tanaman yang dibawa pulang dipanen, peserta dapat memanfaatkan benih tersebut untuk memulai proses penyemaian dari awal. Upaya ini diharapkan dapat membuat kegiatan budidaya berlangsung secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kali penanaman.
Pemenuhan gizi keluarga menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anggota keluarga. Pakcoy dipilih karena dapat dibudidayakan dengan cara relatif sederhana dan tidak membutuhkan lahan yang luas.
Mahasiswa KKN menekankan bahwa kegiatan ini bukan merupakan satu-satunya solusi untuk mengatasi stunting. Namun, edukasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketersediaan pangan bergizi di tingkat keluarga.
Sebagai kelompok yang dekat dengan kegiatan pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak, ibu-ibu Posyandu diharapkan dapat turut menyebarluaskan pengetahuan mengenai pemanfaatan pangan bergizi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Program yang dilakukan mahasiswa KKN UNDIP tersebut menggabungkan edukasi, praktik, pemberian tanaman, pembagian benih, serta penyediaan brosur panduan. Pendekatan ini diharapkan membuat peserta lebih mudah menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa upaya mendukung gizi keluarga dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Bahkan, lahan yang terbatas bukan menjadi penghalang karena penanaman pakcoy dapat dilakukan menggunakan polybag di halaman rumah.
Mahasiswa KKN UNDIP berharap program budidaya pakcoy di Desa Kemusu dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Lebih dari sekadar aktivitas menanam, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan mendukung pemenuhan gizi melalui langkah sederhana yang dapat dimulai dari rumah.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





