Beranda Pendidikan Dari Desa ke Dunia Digital, KKN UPGRIS Kelompok 44 Bantu Promosikan Kerupuk...

Dari Desa ke Dunia Digital, KKN UPGRIS Kelompok 44 Bantu Promosikan Kerupuk Dua Saudara

Kegiatan tersebut dilakukan melalui pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps serta pembuatan media promosi berupa banner fisik.

kkn upgris
Mahasiswa KKN UPGRIS kelompok 44 ketika membantu proses pembuatan dan mempromosikan produk UMKM Kerupuk Dua Saudara di Dusun Blado, Desa Tegalarum, Mranggen, Demak, Jumat (21/8/2026). (Foto:ist)

DEMAK, Jatengnews.id – Mahasiswa Kelompok 44 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program digitalisasi pemasaran bagi pelaku UMKM Kerupuk Dua Saudara di Dusun Blado, Desa Tegalarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps serta pembuatan media promosi berupa banner fisik.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan visibilitas dan jangkauan pemasaran produk unggulan Desa Tegalarum, khususnya kerupuk selekepek. Melalui pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, masyarakat maupun calon konsumen dari luar wilayah dapat lebih mudah menemukan lokasi produksi dan memperoleh informasi mengenai usaha tersebut.

Proses pendaftaran dilakukan secara langsung dengan mengunjungi lokasi produksi Kerupuk Dua Saudara. Mahasiswa KKN membantu melengkapi informasi usaha, mulai dari nama usaha, lokasi dan titik koordinat, jam operasional, hingga foto produk. Selain itu, mahasiswa juga membuat banner sebagai media promosi agar keberadaan usaha lebih mudah dikenali oleh masyarakat sekitar.

Salah satu perwakilan Tim KKN 44 UPGRIS Zhifa Maya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada pelaku UMKM Kerupuk Selekepek dalam memperluas jangkauan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital dan media promosi.

“Melalui kegiatan ini, kami membantu UMKM Kerupuk Selekepek agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat melalui Google Maps serta memiliki media promosi berupa banner. Harapannya, usaha ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menjangkau konsumen dari luar Desa Tegalarum,” jelasnya

Pemilik UMKM Kerupuk Dua Saudara, Abdul Khadiq, menceritakan bahwa usaha tersebut mulai dirintis pada tahun 2018. Keputusan untuk memulai usaha mandiri dilatarbelakangi oleh keinginan untuk membangun usaha sendiri dan memenuhi kebutuhan keluarga setelah sebelumnya bekerja di sebuah pabrik.

“Awalnya usaha ini dimulai pada tahun 2018. Saat itu Bapak benar-benar bertekad ingin mempunyai usaha mandiri demi keluarga. Memulai usaha tentu tidak mudah, apalagi ketika musim hujan tiba. Produksi sering terkendala karena proses penjemuran sangat bergantung pada panas matahari. Namun, keterbatasan cuaca tidak mematahkan semangat untuk terus bertahan dan mengembangkan usaha,” ujarnya

Menurut Kelompok 44 KKN UPGRIS, digitalisasi lokasi usaha merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, terutama dalam menghadapi perkembangan pola pemasaran yang semakin memanfaatkan teknologi digital.

Selain membantu dalam aspek digitalisasi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk berinteraksi secara langsung dengan pelaku UMKM dan memahami kondisi serta tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan usaha.

Melalui program tersebut, KKN UPGRIS Kelompok 44 berharap UMKM Kerupuk Dua Saudara dapat semakin dikenal oleh masyarakat, tidak hanya di lingkungan Desa Tegalarum, tetapi juga menjangkau konsumen dari wilayah yang lebih luas.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor : Shodiqin

Exit mobile version