Beranda Daerah Sampah Tak Lagi Jadi Masalah, KKN UIN Walisongo Ajak Warga Dawung Sulap...

Sampah Tak Lagi Jadi Masalah, KKN UIN Walisongo Ajak Warga Dawung Sulap Limbah Jadi Rupiah

Kolaborasi mahasiswa, perangkat dusun, karang taruna, dan ibu-ibu PKK menjadi langkah awal membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

sosialiasi gerakan pilah sampah
Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 16 bersama warga Dusun Dawung dalam kegiatan sosialisasi “Gerakan Masyarakat Pemilahan Limbah Menjadi Rupiah” di Balai Dusun Dawung, Rabu (19/08/2026) (Foto: Dok KKN).

Semarang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 16 mengajak masyarakat Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, mengubah limbah rumah tanggadi Balai Dusun Dawung pada Rabu (19/08/2026).

Melalui program “Gerakan Masyarakat Pemilahan Limbah Menjadi Rupiah”, program ini menjadi langkah awal mahasiswa KKN Posko 16 dalam mendorong masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah secara lebih terarah.

Melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dimanfaatkan kembali maupun diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat Dusun Dawung, mulai dari perangkat dusun, ketua RT, karang taruna, hingga ibu-ibu PKK. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan adanya sinergi antara mahasiswa KKN dan warga dalam membangun kesadaran mengenai pengelolaan limbah.

Dalam sosialisasi, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa sampah tidak selalu harus berakhir sebagai limbah yang dibuang. Sampah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pembuatan kompos, ecobrick, maupun kerajinan tangan yang berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pengelolaan limbah secara tepat juga dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Kebiasaan memilah sampah dari rumah diharapkan mampu mengurangi penumpukan limbah sekaligus mencegah berbagai permasalahan kesehatan dan lingkungan.

Kepala Dusun Dawung, Zamroni, menyambut baik program yang diinisiasi mahasiswa KKN UIN Walisongo tersebut. Ia menilai pengelolaan sampah menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.

“Kami sangat mendukung program ini karena selain mengatasi persoalan sampah yang selama ini belum terkelola dengan baik, gerakan ini juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga. Kami berharap mahasiswa dapat mendampingi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Zamroni.

Ketua RT setempat turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif. Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada konsistensi warga dalam menerapkan kebiasaan memilah sampah.

“Kami siap mendukung penuh kegiatan ini. Semoga gerakan pemilahan sampah ini bisa berjalan secara konsisten dan membawa manfaat nyata bagi Dusun Dawung,” pesannya.

Sosialisasi berlangsung lancar dan diikuti masyarakat dengan antusias. Melalui program Gerakan Masyarakat Pemilahan Limbah Menjadi Rupiah, KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 16 berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat terus berkembang sehingga tercipta lingkungan Dusun Dawung yang bersih, sehat, dan produktif.

Penulis: Tim mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Posko 16
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version