
SEMARANG, Jatengnews.id – Sebanyak 17 perguruan tinggi mengikuti Campus League Badminton Regional Semarang 2026 yang berlangsung di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, Semarang, 26–29 Agustus 2026.
Kompetisi ini diikuti 149 student-athlete yang bersaing pada kategori perorangan dan beregu putra maupun putri.
Tidak hanya berasal dari Semarang, peserta Campus League Badminton Regional Semarang juga datang dari sejumlah kota, seperti Yogyakarta, Surabaya, Surakarta, Purwokerto, hingga Makassar. Kondisi tersebut membuat persaingan antarkampus semakin kompetitif untuk memperebutkan gelar juara regional sekaligus tiket menuju The Nationals.
Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, menyambut positif penyelenggaraan Campus League Badminton yang untuk pertama kalinya digelar di Jawa Tengah.
“Pertama-tama saya atas nama Pengprov PBSI Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara Campus League, karena ini baru pertama kali diadakan di Jawa Tengah. Kami berharap ajang ini bisa menjadi pintu masuk untuk menjalin hubungan yang lebih kuat antara PBSI dengan universitas,” kata Basri Yusuf saat jumpa pers di sela kompetisi, Jumat (28/8/2026).
Menurut Basri, Campus League Badminton dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet di lingkungan perguruan tinggi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara PBSI dan universitas.
Tuan rumah Semarang mengirimkan lima perguruan tinggi, yakni Universitas Diponegoro, Universitas Semarang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Terbuka Semarang, dan Soegijapranata Catholic University.
Dari Surabaya, terdapat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Surabaya. Sementara Yogyakarta diwakili Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Islam Indonesia.
Surakarta atau Solo mengirimkan tiga wakil, yakni Universitas Sebelas Maret, Universitas Tunas Pembangunan, dan Universitas Pignatelli Triputra. Dua perguruan tinggi lainnya adalah Universitas Jenderal Soedirman dari Purwokerto dan Universitas Hasanuddin dari Makassar.
Sebanyak 149 student-athlete dari 17 kampus tersebut kemudian bersaing dalam berbagai nomor pertandingan. Selain kemampuan teknik, para pemain juga dituntut mampu beradaptasi dengan sistem pertandingan terbaru.
Campus League Badminton Regional Semarang 2026 juga menghadirkan tantangan berbeda karena menerapkan sistem skor terbaru dari Badminton World Federation (BWF).
Untuk kategori perorangan, pertandingan menggunakan format best of three games hingga 15 poin. Sedangkan kategori beregu menggunakan format best of three sets dengan sistem relay point dan target 55 poin kumulatif.
Basri menilai perubahan sistem skor tersebut memberikan pengaruh cukup besar terhadap pola permainan dan strategi para atlet.
“Penerapan sistem baru ini memberikan dampak besar ke pola permainan, strategi, dan pembinaan atlet. Sistem ini menuntut pemain untuk langsung tampil dengan intensitas tinggi sejak awal pertandingan,” katanya.
Menurut dia, pemain dengan karakter menyerang akan mendapatkan keuntungan lebih besar dalam sistem tersebut.
“Atlet dengan karakter menyerang akan lebih diuntungkan dalam sistem ini. Selain itu, perubahan skor juga menuntut kesiapan fisik yang lebih spesifik, terutama aspek power, ledakan gerak, akurasi, dan kapasitas anaerobik yang mendukung permainan cepat dan agresif,” ujar Basri.
Selain memperebutkan gelar juara Campus League Badminton Regional Semarang, para peserta juga memiliki target lain, yakni lolos ke The Nationals yang akan digelar di Bandung pada September 2026.
Pada kategori beregu, empat tim yang berhasil menembus babak semifinal dipastikan memperoleh tiket menuju The Nationals. Sedangkan untuk kategori perorangan, delapan pemain, pasangan, atau triple terbaik akan mendapatkan kesempatan tampil pada fase nasional.
Pada Jumat (28/8/2026), perebutan posisi ketiga kategori perorangan telah berlangsung. Muhammad Agil Firmansyah dari Universitas Terbuka Semarang meraih peringkat ketiga tunggal putra, sedangkan Natiqotul Wardah Filkaromah dari UIN Sunan Ampel menempati posisi ketiga tunggal putri.
Podium ketiga ganda putra diraih Labib Aflah Mubarok/Mochamad Viko Mahardika dari UIN Sunan Ampel. Pada ganda putri, Neila Nur Khlaidazia Rakhma/Zahroh Nani Elvany juga dari UIN Sunan Ampel menempati peringkat ketiga.
Sementara pada ganda campuran, Labib Aflah Mubarok/Zahroh Nani Elvany kembali meraih posisi ketiga. Untuk nomor 3 vs 3, peringkat ketiga diraih Muhammad Amir Al-Amin/Kimi Rafael Lazarro/R A Feila Ayu Nailah.
Agil mengakui persaingan di Campus League Badminton Regional Semarang cukup ketat meski kompetisi tersebut baru memasuki musim perdana.
“Walaupun Badminton Campus League baru diselenggarakan tahun ini, tapi level persaingannya sudah sangat tinggi. Tadi di perebutan peringkat ketiga saja saya sempat mengalami kesulitan di gim kedua sebelum bisa kembali fokus dan memastikan kemenangan,” kata Agil.
Ia juga merasakan langsung pengaruh penerapan sistem skor baru dalam pertandingan.
Sementara itu, persaingan kategori beregu telah memasuki babak semifinal pada Jumat (28/8/2026) malam. Universitas Islam Indonesia bertemu Universitas Sebelas Maret, sedangkan Universitas Negeri Semarang menghadapi Universitas Negeri Surabaya.
Dua tim terbaik dari babak semifinal akan melaju ke final beregu yang berlangsung Sabtu (29/8/2026), sekaligus menentukan kampus yang menjadi juara Campus League Badminton Regional Semarang 2026.
Penulis : Jaka N
Editor : Alif Nazzala Rizqi