
SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa KKN Internasional Arab Saudi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memanfaatkan rangkaian kegiatan di Arab Saudi dengan mengikuti kunjungan edukatif ke Al Ula, Senin (25/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa selama menjalankan program KKN Internasional di Arab Saudi. Tidak sekadar menjadi agenda wisata, perjalanan ke Al Ula dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran untuk mengenal lebih dekat sejarah, kebudayaan, kehidupan masyarakat, hingga perkembangan kawasan yang memiliki nilai sejarah penting di Arab Saudi.
Al Ula dikenal sebagai kawasan yang menyimpan jejak peradaban masa lalu sekaligus terus berkembang menjadi salah satu destinasi wisata dan kebudayaan yang menarik perhatian dunia. Melalui kunjungan secara langsung, mahasiswa dapat melihat bagaimana kawasan bersejarah tersebut bertransformasi tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas budaya dan sejarahnya.
Dalam perjalanan itu, mahasiswa mengunjungi sejumlah lokasi penting, mulai dari Kota Tua (Old Town), Kota Muda (New Town), hingga Elephant Rock atau Jabal Al-Fil. Masing-masing destinasi memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperlihatkan perjalanan Al Ula dari masa lalu hingga masa kini.
Saat berada di Kota Tua Al Ula, mahasiswa menyaksikan secara langsung kawasan permukiman bersejarah yang menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan peradaban Al Ula. Bangunan tradisional, lorong-lorong permukiman, serta karakter arsitektur kawasan memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat pada masa lampau.
Dari kawasan tersebut, mahasiswa juga dapat mengamati bagaimana kondisi geografis dan lingkungan sekitar turut memengaruhi pola kehidupan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran kontekstual yang sulit diperoleh hanya melalui buku atau materi perkuliahan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kota Muda atau New Town. Jika Kota Tua menghadirkan suasana tradisional dan jejak sejarah, New Town memperlihatkan wajah Al Ula yang lebih modern.
Perkembangan infrastruktur dan penataan kawasan menunjukkan transformasi Al Ula sebagai wilayah yang terus tumbuh. Di sisi lain, upaya mempertahankan identitas sejarah dan kebudayaan tetap menjadi bagian penting dari perkembangan kawasan tersebut.
Salah satu lokasi yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah Elephant Rock atau Jabal Al-Fil. Formasi batuan alami yang menyerupai seekor gajah ini menjadi salah satu ikon Al Ula.
Mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung bentang alam tersebut sekaligus memahami bahwa keunikan geografis Al Ula terbentuk melalui proses alam yang berlangsung dalam kurun waktu sangat panjang. Pemandangan Elephant Rock juga memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa karena dapat menyaksikan perpaduan antara kekayaan sejarah dan keindahan alam dalam satu kawasan.
Kunjungan ke berbagai lokasi tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa KKN Internasional. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat mengamati langsung peninggalan sejarah, perkembangan kawasan perkotaan, serta karakter bentang alam Al Ula.
Bagi mahasiswa KKN Internasional Arab Saudi, perjalanan ini juga menjadi bagian dari pembelajaran lintas budaya. Berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sejarah setempat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai kehidupan masyarakat Arab Saudi serta kekayaan peradaban yang berkembang di wilayah tersebut.
Salah satu anggota KKN Internasional Arab Saudi, Naila, mengatakan kunjungan ke Al Ula tidak hanya memberikan hiburan melalui pemandangan yang indah, tetapi juga menghadirkan pengalaman dan pembelajaran yang menambah wawasan.
“Kunjungan di Al Ula tidak hanya memberikan hiburan yang memanjakan mata, tetapi juga memberikan pengalaman dan pembelajaran yang menambah wawasan,” ungkap Naila.
Melalui kunjungan edukatif tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengambil berbagai nilai pembelajaran dari perjalanan sejarah Al Ula dan menjadikannya sebagai pengalaman berharga selama menjalankan pengabdian di Arab Saudi.
Perjalanan dari Kota Tua hingga Elephant Rock pun menjadi pengingat bahwa kegiatan KKN Internasional tidak hanya berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari itu, pengalaman berada di lingkungan dan budaya yang berbeda dapat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun perspektif lintas budaya, serta memahami kekayaan sejarah dunia secara lebih nyata.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara