
UNGARAN, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) mendorong pelaku UMKM di Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, untuk mulai memperluas pemasaran melalui platform digital.
Salah satunya dilakukan melalui pendampingan digitalisasi pemasaran bagi UMKM Tahu Pak Pam di Dusun Krajan. Program tersebut meliputi pembuatan Google Business Profile serta edukasi penyusunan katalog produk digital menggunakan aplikasi Canva.
UMKM Tahu Pak Pam merupakan usaha rumahan yang telah berdiri sejak 2012 dan dikelola oleh Tri Pamilih. Dalam sehari, usaha tersebut mampu memproduksi sekitar 2,5 hingga 3,5 kuintal tahu.
Produk yang dihasilkan meliputi tahu putih, tahu pong, hingga tempe gembus. Selama menjalankan usahanya, pemasaran produk bahkan telah menjangkau konsumen di luar Desa Gebugan. UMKM tersebut juga pernah menjadi pemasok untuk rumah sakit dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, pemasaran selama ini masih mengandalkan cara konvensional.
“Selama ini saya jualan ya lewat pedagang keliling dan dari mulut ke mulut saja. Belum pernah promosi lewat internet,” ujar Tri Pamilih.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN-T Undip. Mereka kemudian mendampingi pemilik usaha untuk membangun identitas digital melalui Google Business Profile.
Melalui platform tersebut, UMKM Tahu Pak Pam dapat ditampilkan di Google Search dan Google Maps, sehingga calon pelanggan lebih mudah menemukan lokasi usaha, melihat informasi produk, serta memperoleh kontak untuk melakukan pemesanan.
Pendampingan juga dilengkapi dengan penyusunan booklet panduan penggunaan Google Business Profile. Panduan tersebut diharapkan dapat membantu pemilik usaha memperbarui informasi bisnis secara mandiri, termasuk ketika terdapat perubahan produk, kontak, maupun informasi lainnya.
Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi pembuatan katalog produk digital menggunakan Canva. Pemilik usaha didampingi untuk menampilkan foto serta informasi produk dalam format katalog yang lebih menarik dan mudah dibagikan kepada calon pelanggan.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan akun atau materi promosi, tetapi juga pada transfer keterampilan kepada pelaku usaha. Dengan demikian, pemilik UMKM diharapkan mampu mengelola dan mengembangkan media digital tersebut secara mandiri setelah program KKN-T berakhir.
Pendampingan tersebut menjadi langkah baru bagi UMKM Tahu Pak Pam yang telah bertahan lebih dari satu dekade. Dari pemasaran yang selama ini mengandalkan pedagang keliling dan rekomendasi dari mulut ke mulut, usaha tahu rumahan tersebut kini mulai membangun kehadiran di ruang digital.
Dengan hadirnya identitas usaha di Google Maps dan katalog produk digital, UMKM Tahu Pak Pam memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan pemasaran berbasis digital.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi