
Kendal, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 202 melalui Divisi Ekonomi Kreatif (Ekotif) memberikan pendampingan promosi kepada pelaku UMKM kuliner di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Minggu (23/08/2026).
Pendampingan dilakukan melalui pembuatan video promosi, desain spanduk usaha, dan buku menu untuk membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pemasaran.
Program tersebut menyasar dua usaha kuliner warga, yakni Mie Ayam Pak Bidin dan Hidayah Catering. Mahasiswa KKN membantu menyediakan media promosi yang lebih informatif dan menarik agar produk kedua UMKM tersebut dapat lebih mudah dikenalkan kepada konsumen.
Pemilik Mie Ayam Pak Bidin, Zaenal Abidin, mengatakan usaha tersebut telah dijalankan sejak 1995 dan merupakan usaha keluarga yang diteruskan dari orang tuanya. Dalam sehari, warung tersebut rata-rata menjual 80 hingga 90 porsi mie ayam dengan bahan baku yang dibeli dalam kondisi segar dari pasar tradisional.
“Usaha ini saya teruskan dari orang tua sejak tahun 1995. Untuk penjualan harian rata-rata mencapai 80 hingga 90 porsi per hari, dengan bahan baku segar yang langsung dibeli dari pasar tradisional,” jelas Zaenal Abidin.
Sementara itu, Hidayah Catering yang dikelola Siti Muhidayah bergerak di bidang makanan ringan dan katering. Usaha tersebut dirintis sekitar 20 tahun lalu dengan memproduksi berbagai camilan, seperti rempeyek, tempe keripik, gendar, dan sukun goreng.
Seiring perkembangannya, Hidayah Catering juga menerima pesanan makanan untuk berbagai acara dengan sistem pre-order. Untuk produk rempeyek, pesanan hajatan dapat mencapai 500 hingga 800 bungkus dalam sekali produksi.
“Awalnya merintis usaha untuk menunjang ekonomi keluarga dan biaya sekolah anak. Untuk rempeyek, sistemnya murni pesanan hajatan yang bisa mencapai 500 hingga 800 bungkus per pesanan,” tutur Siti Muhidayah.
Ketika permintaan meningkat, kebutuhan bahan baku kacang untuk produksi rempeyek dapat mencapai sekitar 25 kilogram per hari. Proses memasak dan pengemasan juga melibatkan tenaga kerja lokal.
Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN Posko 202 UIN Walisongo, Nurul Inayah, mengatakan pendampingan tersebut difokuskan pada penyediaan media visual yang dapat membantu pelaku UMKM membangun identitas usaha yang lebih profesional.
“Program promosi UMKM ini kami fokuskan pada pembuatan video promosi, spanduk, serta daftar menu yang rapi dan informatif. Kami berharap inovasi media promosi ini dapat membantu Mie Ayam Pak Bidin dan Hidayah Catering menjangkau konsumen yang lebih luas, sekaligus meningkatkan nilai jual produk UMKM Desa Jatirejo,” ujar Nurul.
Selain membantu pembuatan materi promosi, mahasiswa KKN juga menyerahkan berkas desain kepada masing-masing pemilik usaha. Materi tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan pemasaran UMKM.
Pendampingan ini menjadi salah satu upaya KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 202 dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat Desa Jatirejo.
Melalui pemanfaatan media promosi yang lebih menarik dan informatif, UMKM lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan konsumennya.
Penulis: Tim KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 202
Editor: R. D. Pramesti