KARANGANYAR, Jatengnews.id – Kebakaran masih melanda tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang berada di perbatasan Mojosongo, Solo, dengan Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (4/9/2026).
Upaya pemadaman hingga kini masih terus dilakukan. Petugas bahkan mengerahkan helikopter milik Polri untuk membantu proses pemadaman kebakaran.
Dampak asap kebakaran mulai dirasakan warga Desa Plesungan. Sebanyak 10 warga dilaporkan mengungsi sementara ke rumah kerabat karena terdampak asap.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Sugiharjo, mengatakan hingga Jumat belum ada evakuasi warga yang dilakukan pemerintah. Warga yang mengungsi memilih meninggalkan rumah secara mandiri dan tinggal sementara di rumah saudara.
“Belum ada evakuasi. Kemarin ada enam warga yang mengungsi ke rumah saudaranya karena asma. Kemudian ada tambahan empat orang, sehingga total ada 10 warga yang mengungsi,” kata Sugiharjo.
Menurut Sugiharjo, warga yang mengungsi berasal dari wilayah Desa Plesungan yang berbatasan langsung dengan kawasan TPA Putri Cempo.
BPBD Karanganyar bersama jajaran terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga. Pemerintah juga menyiapkan langkah evakuasi apabila kondisi asap semakin membahayakan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Karanganyar telah membuka posko kesehatan di PKD Desa Plesungan. Posko tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Masyarakat yang merasa sesak atau mengalami gangguan kesehatan lainnya kami imbau segera datang ke PKD melalui perangkat desa, RT maupun kepala dusun,” ujarnya.
Aktivitas masyarakat di Desa Plesungan hingga kini masih berjalan relatif normal. Kegiatan belajar mengajar di sekolah juga belum dihentikan.
Kondisi asap disebut sangat bergantung pada arah angin. Ketika angin bertiup ke arah selatan, dampak asap relatif lebih kecil. Sebaliknya, ketika angin bergerak ke arah utara, asap dapat lebih terasa di wilayah yang berbatasan dengan TPA Putri Cempo.
Sugiharjo menegaskan BPBD terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Jika kondisi memburuk dan evakuasi diperlukan, pihaknya siap mengambil langkah untuk mengamankan warga terdampak.
“Kami pantau warga. Kalau memang diperlukan, kami siap melakukan evakuasi. Tetapi sampai sekarang belum ada evakuasi dari BPBD,” pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N
