Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kenalkan Inovasi Teh Biji Alpukat kepada Ibu-Ibu PKK di Semarang

Sebelum disosialisasikan kepada ibu-ibu PKK, ia bersama tim telah melakukan uji coba racikan, termasuk menambahkan bahan seperti sereh dan jahe agar rasa teh lebih nikmat

Semarang, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 36 memperkenalkan inovasi Teh Biji Alpukat kepada ibu-ibu PKK Dusun Bulusari, Desa Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Minggu (27/7/2025).

Kegiatan yang mengangkat tema “Inovasi Teh Biji Alpukat sebagai Peluang Bisnis” ini sebagai upaya pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) sekitar yang selama ini kurang termanfaatkan.

Primadani Anugrah, pemateri sekaligus demonstrator, menjelaskan bahwa ide ini muncul karena biji alpukat di desa seringkali hanya menjadi limbah.

Baca juga: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Aksi Bersih Masjid dan Makam di Dusun Clumprit

“Melihat potensi alam di Desa Rejosari, salah satunya alpukat, saya menemukan ide untuk mengolah bijinya menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, proses pembuatan teh biji alpukat tergolong mudah dan tidak membutuhkan peralatan mahal, sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja di rumah.

Sebelum disosialisasikan kepada ibu-ibu PKK, ia bersama tim telah melakukan uji coba racikan, termasuk menambahkan bahan seperti sereh dan jahe agar rasa teh lebih nikmat.

Pembuatan teh ini juga mendapat pendampingan dari Bidan Desa, Nur Laeli Rahmawati, sebagai pihak konsultasi kesehatan. Berdasarkan sarannya, teh biji alpukat aman dikonsumsi maksimal dua minggu sekali.

“Teh ini kaya antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan mengandung serat terlarut yang bermanfaat melancarkan pencernaan. Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya,” tambah Primadani.

Ia berharap pelatihan ini dapat membuka peluang usaha bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat sekitar, sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga.

“Harapannya, limbah biji alpukat bisa dimanfaatkan menjadi teh yang sehat, bernilai jual, dan memberi tambahan penghasilan,” jelasnya.

Indrawan Saputra, Koordinator Desa, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini.

“Saya sangat mendukung karena semua pihak yang terlibat mendapatkan manfaat, baik mahasiswa maupun ibu-ibu PKK,” ungkapnya.

Baca juga: Kolaborasi KKN UIN Walisongo dan Kader Kesehatan Desa Bangunrejo Dorong Pencegahan Stunting

Demikian informasi mengenai mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 36 memperkenalkan inovasi Teh Biji Alpukat. Semoga bermanfaat. (07)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN