31 C
Semarang
, 4 Maret 2026
spot_img

UNDIP Kirim Relawan dan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Upaya ini sebagai bentuk tanggung jawab institusi dan solidaritas terhadap korban.

SEMARANG, Jatengnews.id – Universitas Diponegoro (UNDIP) menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana di wilayah Sumatera dengan mengirimkan relawan, menyediakan bantuan untuk mahasiswa terdampak, serta menyiapkan teknologi air bersih untuk kawasan pengungsian.

Tragedi bencana di Sumatera tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat, termasuk mahasiswa UNDIP yang tinggal di wilayah terdampak.

Rektor Undip Prof Dr Suharnomo mengatakan, upaya ini sebagai bentuk tanggung jawab institusi dan solidaritas terhadap korban, Undip telah mengirimkan dua tim relawan Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART).

Baca juga: LPPM Undip Salurkan Bantuan Korban Banjir di Semarang

Tim pertama berangkat pada 2 Desember 2025, disusul tim kedua pada 10 Desember 2025 menuju Sumatera Barat.

Relawan D-DART terdiri dari tenaga kesehatan, ahli penanganan pascabencana, pendamping psikososial, serta tim logistik.

Pada pemberangkatan gelombang kedua, Undip juga berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Kedokteran Undip (IKA Medica) dan relawan Fakultas Kedokteran Undip yang bertugas di Aceh. Keterlibatan alumni lintas angkatan memperkuat layanan medis umum dan bedah emergensi terbatas.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Ikatan Alumni UNDIP yang berada di tiga titik lokasi bencana dan aktif membantu penanganan korban,” tegas Rektor saat konferensi pers bersama wartawan, Jumat (12/12/2025).

Fokus Penanganan di Lokasi Bencana

Tim relawan UNDIP fokus pada tiga layanan utama. Pertama, layanan kesehatan dasar dan medis pascabencana, termasuk pemantauan kesehatan korban. Kedua, Pendampingan psikososial bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Ketiga, pemenuhan gizi pascabencana melalui dukungan pangan bagi keluarga dan anak-anak di pengungsian.

Rektor juga menambahkan, sebagai langkah lanjutan, Undip tengah menyiapkan pengiriman Teknologi Desalinasi Air Siap Minum untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan pengungsian.

“Satu dari tiga unit mesin desalinasi dijadwalkan dikirim pada Senin, 15 Desember 2025 melalui jalur darat,” jelasnya.

Bantuan untuk Mahasiswa Undip yang Keluarganya Terdampak

Undip juga memberikan dukungan khusus bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana banjir di Sumatera. Bantuan tersebut mencakup pembebasan UKT, bantuan biaya hidup, fasilitas pembelajaran, hingga dukungan lain sesuai kebutuhan.

Baca juga: Pemkot Semarang dan Undip Jalin Kerjasama Tingkatkan Kualitas Dokter

“Hingga kini tercatat 95 mahasiswa dari jenjang S1, S2, hingga S3 yang akan menerima bantuan. Jumlah ini berpotensi bertambah karena proses pendataan masih berlangsung,” tambah rektor.

Undip juga terus melakukan penggalangan dana dari civitas academica dan masyarakat. Pengumpulan donasi dikoordinasikan oleh D-DART dan BEM Undip agar bantuan dapat segera disalurkan kepada korban.

Melalui berbagai langkah ini, Undip berharap dapat meringankan beban masyarakat di Sumatera dan mempercepat proses pemulihan.

“Duka Sumatera adalah duka kita bersama. Saudara-saudara kita tidak boleh merasa sendirian,” demikian pesan Rektor Undip. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN