SEMARANG, Jatengnews.id – Di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, nama Dr. Triyono Lukmantoro sudah sering menjadi buah bibir. Sosoknya yang memiliki wawasan luas terkait ilmu jurnalistik dan media sehingga bagaikan ‘pendekar media’.
Bukan karena perjuangan mengangkat senjata atau beradu ilmu kanuragan, melainkan karena keteguhannya membela nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan keadaban di ruang media.
Baca juga : Berikan Arahan di Sekolah Anti Korupsi, Ahmad Luthfi Tuntut Kades Bisa Pemecah Masalah Desanya
Pada 17 Desember 2025 lalu ia berpulang ke Tuhan Yang Maha Esa, namanya menjelma menjadi kenangan sekaligus jejak pengabdian yang diwariskan kepada banyak generasi.
Bagi mahasiswa dan koleganya, almarhum TL begitu ia disapa adalah sosok yang selalu hadir dengan pikiran kritis dan wawasan luas. Di ruang diskusi, ia kerap mengajak siapa pun untuk melihat media bukan sekadar industri informasi, melainkan ruang perjuangan ide, kritik sosial, dan keberpihakan pada yang lemah.
Karena jasa tersebut, AJI Semarang bersama LeSPI, Tamborae dab Nuusdo menggelar sarasehan dan refleksi sosok almarhum TL sang Pendekar Media.
“Hari ini kami mengenang Mas TL, karena Mas TL itu adalah salah satu penjaga moral kawan-kawan AJI,” ungkap Ketua AJI Kota Semarang, Aris Mulyawan, dalam acara tersebut, Senin (29/12/2025) malam.
Maksud Aris, selama ini, almarhum TL telah lama menjabat sebagai Majelis Etik di AJI Kota Semarang. Sehingga, bukan hanya anggota biasa, almarhum TL juga merupakan sosok yang bakal mengingatkan jika ada jurnalis AJI melenceng dari jalurnya.
“Pemikiran-pemikiran dia tentang kejurnalistikan itu cukup banyak,” imbuhnya.
Semasa hidupnya, Aris menjumpai 400 an karya tentang ilmu kejurnalistikan yang dibuat oleh almarhum TL.
Menurutnya, kedepan sosok seperti almarhum TL kedepan harus terus bermunculan dan menjadi sebuah bara api perjuangan.
“Semangat seperti Mas TL ini yang harus terus ada gitu,” harapnya.
Baca juga : Gandeng Jurnalis Unicef dan Undip Ajak Masyarakat Cegah Malnutrisi di Jateng
Akhir kata, aris berharap bakal ada orang seperti almarhum yang bisa menjaga moral etik jurnalisme. (03)




