29 C
Semarang
, 5 Januari 2026
spot_img

Kemenag Jateng Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Video Zikir di Candi Prambanan

Kemenag Jateng mengajak tokoh agama untuk berperan aktif dalam menciptakan dialog yang harmonis antarumat beragama.

SEMARANG, Jatengnews.id – Video viral yang menampilkan rombongan asal Semarang melantunkan zikir dan kalimat tayyibah di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, menjadi pengingat pentingnya edukasi toleransi dan pemahaman fungsi ruang publik di tengah masyarakat multikultural.

Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah menilai, peristiwa tersebut seharusnya disikapi secara tenang dan dialogis agar tidak memicu kesalahpahaman antara umat beragama.

Baca juga : Kemenag Akhiri Tugas Penyelenggaraan Haji

Kepala Kemenag Jateng, Saiful Mujab, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih teliti dan mengedepankan komunikasi sebelum mengambil sikap.

“Jadi saya berpesan kepada seluruh tokoh agama agar bisa memitigasi. Bila ada hal-hal yang terkait kehidupan umat beragama, lebih baik ditabayunkan supaya bisa saling bersinergi,” Kata Saiful kepada awak media di Kemenag Jateng, Sabtu (3/1/2026).

Menurut Saiful, peran tokoh agama sangat strategis dalam meredam potensi konflik dan menjaga suasana kondusif, terutama di wilayah dengan keberagaman tinggi seperti Jawa Tengah yang terdiri dari 35 kabupaten/kota.

Saiful juga menekankan pentingnya sinergi lintas elemen, termasuk aparat keamanan, dalam merespons persoalan yang menyangkut kehidupan umat beragama.

“Kita saling bersinergi, termasuk dengan pihak keamanan. Jadi, bila ada hhal-hal sesuatu yang menyangkut kehidupan umat beragama, kita segera berkomunikasi, berkolaborasi, kita cari titik temunya supaya bisa cepat teratasi dengan baik,” sambungnya.

Meski sempat memicu beragam reaksi publik, Saiful memastikan kondisi kerukunan umat beragama di Jawa Tengah hingga saat ini tetap terjaga dengan baik. Ia berharap, suasana kondusif tersebut dapat terus dipertahankan, terutama menjelang bulan puasa pada Februari 2026.

“Alhamdulillah untuk Jawa Tengah ini kan kondusif. Dari sisi kerukunan kondusif, dari sisi kelembagaan juga kondusif,” klaimnya.

Senada dengan itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng, Pradhana Agung Nugraha, mengingatkan bahwa kebebasan beragama harus dijalankan dengan tetap menghormati nilai, aturan, serta fungsi ruang yang digunakan.

“Kebebasan beribadah dijamin undang-undang. Tetapi harus tetap memperhatikan fungsi ruang dan sensitivitas lokasi,” nilai Pradhana.

Sebelumnya telah diwartakan, bahwa video yang beredar di media sosial tersebut memperlihatkan sekitar 11 orang melantunkan zikir dan kalimat tayyibah di area Candi Prambanan. Rombongan itu diketahui berasal dari Semarang, Jawa Tengah.

Video tersebut diunggah akun TikTok @/kuekecil_ dan telah menarik perhatian warganet dengan ribuan tanda suka dan komentar. Dalam narasinya, pengunggah mempertanyakan aktivitas rombongan tersebut di kawasan cagar budaya yang juga memiliki nilai sakral bagi umat lain.

Baca juga : NU Muhammadiyah Idulfitri Waktu Sama, Ini Penjelasan Kemenag Jateng

Peristiwa ini pun menjadi refleksi bersama akan pentingnya literasi keberagaman, agar praktik keagamaan dapat berjalan selaras dengan semangat toleransi dan saling menghormati. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN