24.3 C
Semarang
, 19 Januari 2026
spot_img

Perempuan Nelayan Demak Kembangkan Kebun Pangan Adaptif untuk Atasi Banjir Rob

Kegiatan ini sebagai upaya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus adaptasi terhadap krisis iklim di wilayah pesisir Demak.

DEMAK, Jatengnews.id – Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari Kabupaten Demak bekerja sama dengan GENERATE Project, University of Leeds, melaksanakan rangkaian kegiatan penghijauan bertema “Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan”.

Kegiatan ini sebagai upaya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus adaptasi terhadap krisis iklim di wilayah pesisir Demak.

Penggerak Puspita Bahari, Masnuah, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari dan menyasar tiga desa pesisir, yakni Desa Morodemak, Desa Purworejo, dan Desa Timbulsloko.

Baca juga: Nelayan Perempuan Demak Suarakan Perlindungan dan Pemberdayaan

“Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja sama Puspita Bahari dengan GENERATE Project yang sudah berjalan sejak tahun 2025,” kata Masnuah, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memperkuat resiliensi perempuan nelayan di tingkat akar rumput yang saat ini menghadapi dampak berlapis, mulai dari krisis iklim, kerusakan ekologi pesisir, hingga tekanan ekonomi akibat banjir rob yang semakin intens dan meluas.

“Perempuan nelayan berada di garis depan dampak krisis ini. Karena itu, kami mendorong penguatan kapasitas dan kepemimpinan perempuan agar mampu mengelola ketahanan pangan pesisir secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, kegiatan ini memfasilitasi perempuan nelayan untuk terlibat aktif dalam perencanaan dan pengelolaan kebun pangan pesisir. Sebelum pelaksanaan, komunitas perempuan nelayan di masing-masing desa telah melakukan persiapan selama kurang lebih dua minggu.

“Lahan kebun pangan kami rancang secara adaptif terhadap banjir rob, salah satunya dengan membuat rak atau papan panggung dari bambu setinggi lebih dari satu meter agar tanaman tidak terendam air pasang,” jelas Masnuah.

Dalam kegiatan penghijauan tersebut, perempuan nelayan menanam berbagai jenis tanaman pangan, seperti sayur-sayuran, tanaman obat keluarga, tanaman buah, serta tanaman pendukung kebutuhan rumah tangga lainnya.

Media tanam yang digunakan pun beragam dan ramah lingkungan, mulai dari pot, polybag, hingga pemanfaatan limbah rumah tangga seperti botol plastik dan kaleng bekas.

“Selain memenuhi kebutuhan pangan, kami juga ingin mengajak masyarakat mengelola sampah rumah tangga agar lebih bermanfaat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Masnuah menegaskan bahwa kegiatan penghijauan ini tak hanya berorientasi pada hasil pangan, tetapi juga pada penguatan peran dan kepemimpinan perempuan nelayan dalam menghadapi persoalan lingkungan pesisir yang semakin kompleks.

“Melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepemimpinan kolektif, perempuan nelayan didorong menjadi aktor kunci dalam pengelolaan lingkungan pesisir yang berkeadilan gender dan berkelanjutan,” katanya.

Inisiatif ini adalah bagian dari strategi adaptasi komunitas pesisir terhadap krisis iklim, degradasi ekosistem, serta ketidakpastian ekonomi yang dihadapi perempuan nelayan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Puspita Bahari Kukuhkan Komitmen Keadilan Gender dan Iklim di Demak

Diketahui, Puspita Bahari merupakan komunitas perempuan nelayan di Kabupaten Demak yang didirikan pada tahun 2005. Komunitas ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan, keadilan gender, dan keberlanjutan pesisir.

Sejak berdiri, Puspita Bahari aktif memperjuangkan hak-hak perempuan nelayan, mendorong kebijakan yang lebih setara gender, serta memperkuat solidaritas perempuan pesisir dalam menghadapi krisis iklim. (01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN