28 C
Semarang
, 23 Januari 2026
spot_img

Wagub Taj Yasin Tinjau Banjir Pekalongan, Fokus Evakuasi Lansia dan Anak-anak

Taj Yasin menegaskan bahwa penanganan jangka pendek difokuskan pada mitigasi darurat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

PEKALONGAN, Jatengnews.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Pekalongan, Senin (19/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak dan kesiapan penanganan banjir secara berlapis.

Taj Yasin bersama istrinya, Nawal Arafah Yasin, tiba di Jalan Raya Tirto Raya, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, saat genangan air masih mengepung permukiman.

Baca juga: Gubernur Jateng Tinjau Longsor Jepara, 3.600 KK Terdampak Banjir dan Longsor

Wakil Gubernur berjalan di tengah genangan dan mengunjungi pengungsi di masjid setempat.

Kehadiran mereka disambut warga yang tengah berbenah maupun mengungsi. Taj Yasin tampak berdialog dengan warga dan pejabat setempat terkait kondisi lapangan dan langkah penanganan lanjutan.

Sementara itu, Nawal Arafah menyapa ibu-ibu pengungsi dan membagikan buku kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan moril.

Taj Yasin menegaskan bahwa penanganan jangka pendek difokuskan pada mitigasi darurat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

“Kita pastikan masyarakat aman, terutama lansia, anak, dan warga berkebutuhan khusus. Kemarin sudah ada yang kita angkut dan kita ungsikan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi juga menyiagakan dapur umum untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, makanan, dan kebutuhan kesehatan bagi pengungsi.

Taj Yasin menyoroti tanggul Sungai Bremi yang belum permanen. Ia menginstruksikan perhitungan teknis segera dilakukan agar perbaikan dapat dipercepat.

“Ada salah satu tanggul yang belum permanen dan itu kewenangan kami. Hari ini langsung saya minta dihitung supaya penanganannya bisa lebih cepat,” tegasnya.

Untuk jangka panjang, proyek penanganan Sungai Bremi telah dianggarkan pemerintah pusat senilai sekitar Rp50 miliar dan dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2026. “Sungai Bremi itu sudah dianggarkan dari pusat, informasi BBWS ada Rp50 miliar, tetapi memang ini belum dikerjakan,” kata Taj Yasin.

Baca juga: Wakil Gubernur Jateng Ajak Warga Demak ke Pemerintah Pusat, Bahas Atasi Rob

Di lokasi pengungsian, Sujatmiko (60) mengatakan banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi yang diperparah hujan lebat. “Penyebab banjir dari tanggul Sungai Bremi jebol. Air keluar, merambah, ditambahi hujan. Air mandek sampai sekarang. Rumah saya tenggelam, cuma kelihatan atapnya genteng tok,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh perabotan rumah masih terendam karena air datang begitu cepat. “Ada kasur, kasur busa, sepeda motor, kompor, masih di rumah semua. Ya pasrah total,” ungkapnya.

Meski demikian, kondisi konsumsi dan obat-obatan di pengungsian relatif aman. Sujatmiko berharap banjir tidak terulang. “Mudah-mudahan ke depan tidak banjir lagi, soalnya daerah Tirto ini dari dulu sudah langganan banjir. Tapi yang sekarang ini paling besar,” pungkasnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN