31 C
Semarang
, 24 Februari 2026
spot_img

Gubernur Luthfi Pimpin Bersih-Bersih Pantai, Jateng ASRI Digelar Serentak di 35 Daerah

Kegiatan ini bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional dan dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

BATANG, Jatengnews.id  – Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin mencanangkan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah) melalui aksi bersih-bersih sampah di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional dan dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Lebih dari 1.000 peserta turun langsung ke pantai. Gubernur Ahmad Luthfi bahkan terlihat lihai mengoperasikan loader, menyerok tumpukan sampah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga, lalu menumpahkannya ke dump truck. Aksi itu sontak menarik perhatian para peserta yang ikut bersih-bersih.

“Persoalan sampah di Jawa Tengah sudah masuk kategori darurat. Sampah hampir 6,36 juta ton per tahun, yang bisa diproses baru sekitar 60 persen. Sisanya belum tertangani optimal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” tegas Luthfi.

“Besok akan saya bawa data penanganan sampah seluruh kabupaten/kota dalam rapat di tingkat pusat. Kita harus serius menuju Indonesia zero waste 2029,’’tambahnya.

Selain masalah sampah, Luthfi menyoroti pentingnya menjaga garis pantai Jawa Tengah sepanjang ±920 kilometer. Ia meminta program penghijauan pesisir, termasuk Gerakan Mageri Segoro, digencarkan kembali di 17 kabupaten/kota.

“Penanaman mangrove dan tanaman pesisir adalah langkah preventif mencegah abrasi dan bencana lingkungan,” jelasnya.

Pada Desember 2025, penanaman hampir mencapai dua juta bibit dan diharapkan meningkat tahun ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menambahkan, aksi bersih sampah dan penanaman pohon dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota. Sebagian besar bupati/wali kota memimpin langsung kegiatan di daerah masing-masing.

Widi melaporkan perkembangan pengelolaan sampah: RDF (Refuse-Derived Fuel) berjalan di Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Magelang, sementara pengolahan sampah menjadi listrik beroperasi di Kota Surakarta.

Pemprov juga mendorong transformasi TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, termasuk kerja sama dengan industri semen.

Kegiatan ini diikuti berbagai unsur, mulai TNI, Polri, perguruan tinggi, badan usaha, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, relawan, mahasiswa, hingga masyarakat. Peserta membersihkan pantai dengan kombinasi alat berat dan manual, memunguti serta memilah sampah sebelum diangkut.

Melalui Gerakan Jateng ASRI, pemerintah provinsi menegaskan komitmen percepatan pengelolaan sampah dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN