31 C
Semarang
, 28 Februari 2026
spot_img

Molen Bergerak, Asa Menguat: Gotong Royong TMMD di Somagede Kebumen

Serda Tri dari Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen berada di sisi depan, memimpin gerakan. Kedua tangannya mencengkeram rangka besi, langkahnya mantap menahan beban. Di kanan dan kirinya, warga desa ikut menopang, bahu saling merapat tanpa memandang latar belakang

KEBUMEN, Jatengnews.id — Pagi Sabtu (28/02/2026) di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, tak berjalan seperti biasanya. Sejak matahari menanjak, jalur rabat beton yang tengah dibangun telah dipenuhi aktivitas.

Tumpukan pasir, semen, dan batu terhampar rapi, sementara sebuah molen menunggu untuk digeser ke titik pengecoran selanjutnya.

Memindahkan molen bukan sekadar pekerjaan teknis. Beratnya menuntut tenaga serempak dan kekompakan yang solid.

“Satu irama, ya… angkat!” terdengar aba-aba lantang.

Serda Tri dari Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen berada di sisi depan, memimpin gerakan. Kedua tangannya mencengkeram rangka besi, langkahnya mantap menahan beban. Di kanan dan kirinya, warga desa ikut menopang, bahu saling merapat tanpa memandang latar belakang.

Derak roda berpadu dengan napas yang mulai memburu. Tanah lembap membuat pijakan harus dijaga. Namun tak ada yang mengeluh.

“Pelan saja, yang penting kompak,” ucap Serda Tri menyemangati.

Gerak mereka perlahan namun pasti. Molen itu seakan menjadi simbol bahwa beban berat akan terasa ringan bila dipikul bersama. Setiap langkah yang maju adalah bagian dari harapan yang sedang ditanam di jalur beton tersebut.

Dari kejauhan, Dansatgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, mengamati dengan penuh perhatian. Ia menilai momen kebersamaan seperti ini jauh lebih bermakna daripada sekadar capaian fisik pembangunan.

“TMMD bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi proses yang menyatukan TNI dan masyarakat. Di sinilah kekuatan sebenarnya,” ujarnya.

Tak lama kemudian, molen tiba di lokasi baru. Wajah-wajah lelah berubah menjadi senyum lega. Seorang warga berseloroh ringan, disambut tawa kecil yang mencairkan suasana.

Serda Tri mengusap peluh di dahinya. “Kalau untuk kepentingan desa, tenaga tak terasa habis,” katanya singkat.

Pekerjaan pun berlanjut. Adukan beton kembali dituang, diratakan, dan dibentuk menjadi jalur yang kelak mempermudah aktivitas warga. Di atas rabat yang masih basah itu, tersimpan kisah tentang kebersamaan yang tumbuh dari kerja nyata.

Somagede pagi itu bukan hanya membangun jalan. Ia sedang merawat gotong royong, menguatkan ikatan, dan menegaskan bahwa ketika prajurit dan rakyat berdiri dalam satu barisan, harapan selalu menemukan pijakannya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN