25 C
Semarang
, 5 Maret 2026
spot_img

Angin Kencang Terjang Semarang, BMKG Sebut Dipicu Tiga Bibit Siklon

tiga bibit siklon yang terpantau berada di sekitar wilayah Indonesia memicu terbentuknya belokan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab angin kencang yang menerjang Semarang pada Rabu (4/3/2026) sore. Fenomena tersebut dipicu oleh aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memengaruhi dinamika atmosfer di wilayah Jawa Tengah.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, mengatakan tiga bibit siklon yang terpantau berada di sekitar wilayah Indonesia memicu terbentuknya belokan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif.

“Untuk kejadian angin kencang kemarin itu terjadi karena adanya pantauan tiga bibit siklon tropis, yaitu 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, 93S di perairan barat Australia, dan 92P di Teluk Karpentaria,” ujarnya saat ditemui, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, serta angin kencang di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pengamatan di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, kecepatan angin saat kejadian tercatat mencapai 22 knot atau sekitar 40 kilometer per jam, dengan fluktuasi peningkatan hingga 44 knot atau sekitar 80 kilometer per jam.

Sementara itu, BPBD Kota Semarang mencatat sedikitnya 71 titik pohon tumbang akibat cuaca ekstrem dan angin kencang yang terjadi di berbagai wilayah kota.

BMKG juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hingga 7 Maret 2026, wilayah Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.

“Untuk potensi angin kencang masih ada. Namun untuk puting beliung sendiri belum dapat diprediksi,” kata Risca.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang, serta terus memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN