DEMAK, Jatengnews.id – Menteri Koordinator Bidang Ketahanan Pangan Zulkifli Hasan memastikan ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja di Cafe Reinz & Resto, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (9/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Zulhas—sapaan akrab Zulkifli Hasan—didampingi pengusaha asal Jepara, Jadug Trimulyo Ainul Amri, serta pengusaha asal Demak, Arifin. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan, terutama menjelang Lebaran.
Menurutnya, arahan dari Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yakni memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Perintah presiden menjelang Lebaran pangan harus aman. Stok cukup, harga terjangkau, dan kita terus dorong swasembada pangan,” ujar Zulhas kepada awak media.
Ia juga menegaskan bahwa konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah tidak berdampak langsung terhadap pasokan pangan di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar kebutuhan pangan nasional berasal dari produksi dalam negeri.
“Stok pangan kita aman dan tidak terpengaruh perang Iran. Tidak ada pasokan dari Timur Tengah karena sebagian besar pangan kita berasal dari dalam negeri, dan sebagian dari Amerika,” jelasnya.
Zulhas menambahkan, pemerintah sebelumnya telah memperkirakan potensi dampak konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap rantai pasok pangan global. Karena itu, percepatan program swasembada pangan terus diperkuat agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
“Untuk stok satu tahun ke depan aman, kecuali komoditas yang memang belum bisa diproduksi sendiri seperti gandum atau terigu. Itu tetap impor, tapi tidak dari wilayah konflik, melainkan dari Amerika,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, kondisi stok pangan nasional saat ini juga didukung capaian produksi beras yang cukup menggembirakan pada awal 2026. Hingga Maret 2026, stok beras nasional tercatat mencapai sekitar 3,7 juta ton.
Dengan potensi produksi beras tahunan yang diproyeksikan mencapai sekitar 6 juta ton, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga sekaligus memperkuat langkah menuju swasembada pangan.
Selain meninjau kondisi pangan, dalam kunjungan tersebut juga dilakukan pembagian beras 5 kilogram kepada masyarakat serta pendataan penerima Program Indonesia Pintar (PIP), yakni bantuan tunai pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu mulai tingkat SD hingga SMA/SMK untuk mencegah angka putus sekolah.
Pada kesempatan yang sama, Zulhas juga mengunjungi sejumlah sekolah di Kabupaten Demak, di antaranya SMAN 1 Demak, SMKN 1 Demak, dan MAN Demak untuk melakukan sosialisasi kebijakan pangan serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para pelajar. (03)



