31 C
Semarang
, 11 Maret 2026
spot_img

Sah! Prof Musahadi Resmi Nahkodai UIN Walisongo Semarang, Bawa Visi Inovasi Global

JAKARTA, Jatengnews.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi memulai babak baru kepemimpinan. Menteri Agama Republik Indonesia melantik langsung Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. sebagai Rektor UIN Walisongo dalam prosesi khidmat di Jakarta.

Sosok intelektual yang populer dengan gagasan hukum Islam kontekstual ini kini mengemban amanah tertinggi di Kampus Kemanusiaan dan Peradaban. Banyak pihak menilai transformasi kepemimpinan ini sebagai langkah strategis bagi UIN Walisongo untuk mempererat integrasi ilmu agama dan sains-teknologi dalam bingkai Unity of Sciences.

Pesan Menag: Kolaborasi, Bukan Kompetisi

Dalam amanat pelantikannya, Menteri Agama menekankan bahwa pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) wajib menjadi teladan moral sekaligus motor penggerak birokrasi yang efisien. Menag mengingatkan pentingnya membangun sinergi lintas instansi guna memperkuat peran kampus sebagai benteng moderasi beragama dan pusat ilmu pengetahuan.

“Pemimpin kampus harus mampu membangun kolaborasi, bukan kompetisi yang saling mematikan. Sinergi dengan kementerian dan lembaga lain adalah kunci untuk menjadikan PTKN sebagai rujukan global,” tegas Menag.

Rekam Jejak Internasional dan Kritik “Fikih Prasmanan”

Nama Prof. Musahadi sudah tidak asing lagi di kancah pemikiran hukum Islam Indonesia. Sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum Islam, ia meraih perhatian luas melalui pidato pengukuhannya yang fenomenal mengenai fenomena “Fikih Prasmanan”. Pidato tersebut mengkritik disrupsi pengetahuan agama di era digital saat otoritas keilmuan mulai bergeser ke ruang siber.

Sebagai akademisi, Prof. Musahadi memiliki rekam jejak yang kredibel:

Pakar Resolusi Konflik: Karyanya, Mediasi dan Resolusi Konflik di Indonesia, menjadi rujukan penting dalam menjembatani teks keagamaan dengan realitas sosial.

Jejaring Global: Ia aktif sebagai peninjau (reviewer) pada sejumlah jurnal internasional bereputasi.

Riset Lintas Negara: Pengalamannya meneliti identitas muslim diaspora di Belanda memantapkan visinya membawa UIN Walisongo bersaing di level dunia.

Akselerasi Smart and Green Campus

Kehadiran mantan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini di pucuk pimpinan diharapkan mampu mengakselerasi visi Smart and Green Campus. Prof. Musahadi diprediksi akan menyuntikkan inovasi teknologi yang lebih kuat dalam tata kelola universitas tanpa meninggalkan akar spiritualitas Walisongo.

Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya kerja-kerja besar untuk meningkatkan kualitas akademik, memperbanyak jurnal bereputasi internasional, serta memastikan UIN Walisongo tetap menjadi oase keberagaman yang inklusif bagi seluruh masyarakat. (01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN