SEMARANG, Jatengnews.id – Puncak arus balik Lebaran 2026 memasuki fase krusial. Rekayasa lalu lintas berupa one way nasional resmi diberlakukan dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Cikampek pada Selasa (24/3/2026) pukul 14.25 WIB.
Kebijakan ini diambil menyusul lonjakan kendaraan dari arah timur menuju Jakarta yang terus meningkat. Dalam beberapa jam terakhir, volume kendaraan di Kalikangkung bahkan menembus lebih dari 3.800 kendaraan per jam.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung pelepasan (flag off) kebijakan one way nasional tersebut. Ia menegaskan langkah ini merupakan kelanjutan dari rekayasa lalu lintas bertahap yang sebelumnya telah diterapkan.
“Sebelumnya telah diberlakukan one way secara bertahap, dan sore ini kita terapkan one way nasional untuk mengurai kepadatan di puncak arus balik,” ujarnya di Kalikangkung.
Berdasarkan data, hingga 24 Maret 2026 sekitar 2,38 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui ruas Tol Trans Jawa.
Lonjakan arus kendaraan menuju Jakarta terlihat sejak pagi hari, dengan rincian sebagai berikut:
08.00–09.00 WIB: 3.007 kendaraan
09.00–10.00 WIB: 3.283 kendaraan
10.00–11.00 WIB: 3.851 kendaraan (puncak sementara)
11.00–12.00 WIB: 3.777 kendaraan
12.00–13.00 WIB: 3.301 kendaraan
13.00–14.00 WIB: 3.578 kendaraan
14.00–15.00 WIB: 3.258 kendaraan
Total kendaraan yang mengarah ke Jakarta hingga siang hari mencapai 28.361 unit, sementara arus sebaliknya turun drastis menjadi sekitar 900 kendaraan.
Sebelum penerapan nasional, rekayasa lalu lintas telah dilakukan bertahap oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama kepolisian, mulai dari one way lokal hingga perluasan bertahap di sejumlah titik tol.
Kapolri juga mengingatkan pentingnya keselamatan di tengah tingginya mobilitas pemudik.
“Jika lelah, silakan beristirahat dan jangan memaksakan diri,” tegasnya.
Pengguna jalan diimbau untuk tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, tidak berpindah lajur sembarangan, serta tetap mematuhi batas kecepatan dan arahan petugas.
Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan moda transportasi alternatif seperti kereta api guna mengurangi beban lalu lintas di jalan tol.
Pihak Jasa Marga memprediksi kepadatan arus balik masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.
Dengan diberlakukannya one way nasional, jalur Tol Trans Jawa kembali menjadi pusat pergerakan jutaan kendaraan dan penentu kelancaran arus balik Lebaran tahun ini.(02)











