31 C
Semarang
, 29 Maret 2026
spot_img

Tradisi Syawalan Kaliwungu: Penghormatan untuk Ulama dan Penguat Silaturahmi

Melalui momentum ini, warga mengenang perjuangan para ulama sekaligus memperkuat nilai-nilai religius.

KENDAL, Jatengnews.id – Masyarakat Kendal kembali merayakan Syawalan, tradisi khas pasca-Idulfitri yang berpuncak pada acara halalbihalal. Kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta memperkokoh hubungan sosial antarwarga.

Masyarakat Kaliwungu selalu menantikan tradisi ini karena menyuguhkan berbagai kegiatan berbasis kearifan lokal. Syawalan sendiri merupakan bentuk peringatan haul (wafatnya) sejumlah ulama besar, seperti Kiai Guru Asy’ari, Sunan Katong, Wali Musyafa, Wali Rukyat, hingga Kiai Mojo. Melalui momentum ini, warga mengenang perjuangan para ulama sekaligus memperkuat nilai-nilai religius.

Rangkaian kegiatan tahun ini bermula dengan doa bersama di kawasan makam Bukit Jabal, Desa Protomulyo. Para tokoh agama, ulama, dan warga berkumpul untuk melantunkan doa, membaca ayat suci Al-Qur’an, dan saling bertegur sapa dengan sesama peziarah.

Saat membuka rangkaian acara di kompleks Makam Kiai Guru Asy’ari pada Kamis (26/3/2026), Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menekankan pentingnya melestarikan tradisi turun-temurun ini sebagai identitas budaya dan warisan leluhur.

“Syawalan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud penghormatan mendalam kepada para ulama sekaligus sarana mempererat hubungan warga dengan tokoh agama,” ujar Bupati.

Ia menambahkan bahwa momen ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendoakan almarhum Kiai Guru Asy’ari, pendiri Masjid Al Muttaqin Kaliwungu yang telah berjasa menyiarkan agama Islam.

Menanamkan Keteladanan

Senada dengan Bupati, Takmir Masjid Al Muttaqin Kaliwungu, KH. Asroi Tohir, menyatakan bahwa Syawalan membawa misi edukasi bagi kaum muda.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada generasi mendatang agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.

Perayaan Syawalan akan berlangsung hingga satu bulan ke depan. Selain di area pemakaman, kemeriahan juga meluas hingga ke Alun-alun Kaliwungu dan Lapangan Asrama Brimob. Di kedua lokasi tersebut, ratusan stan UMKM dan berbagai wahana pasar malam memadati area, menghidupkan suasana sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN