32.1 C
Semarang
, 6 April 2026
spot_img

Pelangi di Mars Wujudkan Terobosan Animasi Kelas Dunia di Industri Film Indonesia

Pelangi di Mars menjadi bukti bahwa kualitas film Indonesia kini mampu bersaing di level global

JAKARTA, Jatengnews.id – Industri perfilman Indonesia kembali mencatatkan pencapaian membanggakan.

Film terbaru produksi Mahakarya Pictures, Pelangi di Mars, sukses mencuri perhatian publik berkat kualitas animasi dan efek visualnya yang disebut-sebut setara dengan film Hollywood. Sejak tayang pada 18 Maret 2026, film ini banjir pujian dari penonton dan pelaku industri kreatif.

Disutradarai oleh Upie Guava, Pelangi di Mars hadir sebagai film hybrid yang menggabungkan animasi dan live-action.

Menariknya, film ini memanfaatkan teknologi XR (extended reality), teknologi mutakhir yang juga digunakan dalam produksi film dan serial global seperti The Mandalorian dan The Batman. Hal ini menjadikan Pelangi di Mars sebagai salah satu pionir penggunaan teknologi tersebut di Indonesia.

Proyek ambisius ini telah digarap sejak tahun 2020. Berawal dari keresahan Upie Guava terhadap mulai pudarnya mimpi besar anak-anak Indonesia, ia bertekad menciptakan sebuah karya yang mampu menghidupkan kembali semangat tersebut.

Perjalanan panjang ini semakin kuat dengan bergabungnya produser Dendi Reynando dari Mahakarya Pictures. Dendi memiliki visi serupa, terutama terkait minimnya intellectual property (IP) lokal untuk anak-anak Indonesia. Dari keresahan itulah, lahir komitmen untuk menghadirkan karya yang bisa menjadi kebanggaan nasional.

Selama lebih dari lima tahun, produksi film ini melibatkan ratusan talenta Indonesia yang bersama-sama mempelajari dan mengembangkan teknologi baru. Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat kolektif tim menjadi fondasi utama dalam mewujudkan proyek ini.

Hasil dari dedikasi panjang tersebut kini dapat disaksikan di layar lebar. Pelangi di Mars menghadirkan kualitas visual yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam film Indonesia—detail animasi yang halus, efek visual yang imersif, serta integrasi live-action yang mulus.

Apresiasi juga datang dari kreator digital Muntaz Halilintar yang sempat melihat langsung proses produksi di studio XR. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap skala dan keseriusan proyek ini.

“Salah satu set paling gila yang pernah saya lihat. Begitu banyak usaha dan hati di dalamnya,” ujarnya dikutip Sabtu (04/03/2026).

Kini, Pelangi di Mars tengah tayang di bioskop seluruh Indonesia. Film ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kemajuan industri kreatif Tanah Air. Penonton juga dapat menikmati berbagai promo menarik, termasuk program Buy One Get One Free (BOGOF) melalui aplikasi seperti MTIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis.

Dengan segala pencapaiannya, Pelangi di Mars menjadi bukti bahwa kualitas film Indonesia kini mampu bersaing di level global—bahkan membuka jalan bagi karya-karya besar berikutnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN