32.8 C
Semarang
, 6 April 2026
spot_img

Pemprov Jateng Lelang 14 Proyek Jalan Pasca-Lebaran 2026, Fokus Keselamatan di Kalijambe

Sejumlah proyek strategis masuk dalam daftar, termasuk pembangunan jembatan di Klaten dan jalur penyelamat di Purworejo.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah mulai menggelar proses tender untuk 14 paket proyek peningkatan dan pemeliharaan jalan usai Lebaran 2026. Sejumlah proyek strategis masuk dalam daftar, termasuk pembangunan jembatan di Klaten dan jalur penyelamat di Purworejo.

Kepala Dinas PUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro, mengatakan seluruh paket pekerjaan saat ini telah memasuki tahap persiapan lelang.

“Proses tender baru persiapan. Namun sudah muncul semua paket yang sifatnya peningkatan dan pemeliharaan, ada 14 paket di bidang bina marga,” ujarnya di kantornya, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, proses tender akan dilakukan secara bertahap meskipun pelaksanaan pekerjaan fisik memungkinkan dilakukan secara bersamaan. Pemerintah menargetkan pekerjaan di lapangan mulai berjalan pada Mei hingga paling lambat Juni 2026.

“April sedang lakukan proses tender, Mei atau paling lambat Juni pelaksanaan pekerjaan lapangan,” jelasnya.

Dari total 14 paket yang dilelang, dua proyek dengan nilai terbesar berada di Klaten dan Purworejo. Pembangunan Jembatan Bengkeng di Klaten menelan anggaran sekitar Rp22 miliar, sementara jalur penyelamat Kalijambe di Purworejo mencapai Rp19 miliar.

“Jembatan Bengkeng itu Rp22 miliar. Terus jalur penyelamat Kalijambe Rp19 miliar. Sisanya lebih kecil, mulai Rp7 miliar, Rp5 miliar, sampai Rp3 miliar,” rincinya.

Pembangunan jalur penyelamat di Kalijambe menjadi salah satu prioritas utama. Lokasi tersebut dikenal rawan kecelakaan, terutama pada jalur menurun curam di ruas Purworejo–Magelang.

Menurut Henggar, proyek ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menindaklanjuti tragedi kecelakaan Kalijambe 7 Mei 2025.

“Iya, karena di Kalijambe sering kecelakaan karena turunan tajam. Jadi jalur penyelamat untuk meminimalisir,” katanya.

Sebagai informasi, kecelakaan tragis pada 7 Mei 2025 melibatkan truk yang hilang kendali dan menabrak minibus angkutan umum. Insiden tersebut menewaskan 12 orang dan melukai enam lainnya.

Melalui pembangunan jalur penyelamat serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap risiko kecelakaan dapat ditekan dan keamanan pengguna jalan semakin terjamin.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN