Hujan Deras Terjang Semarang: Tembok Besar Roboh Timpa Rumah Warga di Ngaliyan dan Gunungpati

Bencana yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ini berdampak pada Kecamatan Gunungpati dan Kecamatan Ngaliyan.

SEMARANG, Jatengnews.id – Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu bencana tanah longsor di dua wilayah berbeda di Kota Semarang pada Minggu (12/4/2026) siang. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kondisi tanah menjadi labil hingga memicu pergerakan tanah di kawasan perbukitan.

Bencana yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ini berdampak pada Kecamatan Gunungpati dan Kecamatan Ngaliyan. Titik longsor tepatnya berada di Kelurahan Pakintelan dan Kelurahan Bambankerep.

Di Pakintelan, longsor menutup akses jalan menuju RW 04 di wilayah RT 01 RW 02. Sementara di Ngaliyan, kejadian serupa menutup sebagian area di Jalan Candi Sewu, Kelurahan Bambankerep. Kedua lokasi ini memang memiliki kontur tanah yang rentan bergeser saat curah hujan meningkat dalam durasi lama.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P. Martanto, menjelaskan bahwa debit air hujan yang tinggi menjadi penyebab utama tanah kehilangan daya ikatnya.

“Penyebab utamanya adalah hujan deras yang mengakibatkan tanah menjadi labil sehingga terjadi longsoran,” ungkap Endro.

Longsor tersebut merobohkan pondasi dan tembok berukuran sekitar 10 x 20 meter. Material tanah dan reruntuhan kemudian menimpa rumah milik seorang warga bernama Ibu Admo. Meski bangunan mengalami kerusakan cukup serius, Endro memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian material ditaksir mencapai Rp15 juta.

Warga bersama aparat setempat langsung melakukan penanganan awal secara gotong royong. Mereka berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, serta perangkat kelurahan dan kecamatan untuk membersihkan material longsor.

Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Semarang juga telah terjun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta penanganan darurat. Selain mendata korban dan mendokumentasikan kerusakan, petugas menyalurkan bantuan kedaruratan guna meringankan beban warga terdampak.

Waspada Potensi Bencana Susulan

Untuk mengantisipasi longsor susulan, BPBD Kota Semarang terus memantau kondisi wilayah di 177 kelurahan. Mengingat cuaca di Semarang pada Minggu sore masih didominasi awan tebal dan hujan, potensi bencana hidrometeorologi dinilai masih tinggi.

“Kami terus memonitor kondisi wilayah di 16 kecamatan secara menyeluruh,” tambah Endro.

Ia mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda awal longsor, seperti retakan tanah atau pergeseran struktur bangunan di lingkungan masing-masing. (01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN