Kepala Disdik Jateng Temui Keluarga Korban Perundungan di Sragen dan Brebes

Sadimin telah menginstruksikan sekolah-sekolah terkait untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas siswa, termasuk memantau interaksi mereka di dunia maya.

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat merespons kasus perundungan (bullying) dan tawuran pelajar yang terjadi di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Brebes.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, turun langsung menemui keluarga korban untuk menyampaikan empati sekaligus memberikan dukungan moral, Jumat (17/4/2026).

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Sragen, Sadimin menyambangi kediaman orang tua almarhum Wahyu Adi Prasetya, siswa SMP Negeri 2 Sumberlawang. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya siswa kelas 8B tersebut akibat perkelahian di lingkungan sekolah pada awal April lalu.

Sadimin memastikan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban. Ia juga mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah yang telah mendampingi keluarga sejak prosesi pemakaman hingga kegiatan doa bersama.

“Kami memastikan sekolah terus melakukan pendampingan keluarga dan hadir di tengah suasana duka. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memberikan dukungan moril bagi keluarga almarhum,” tegas Sadimin, Minggu (19/4).

Selain di Sragen, Sadimin juga memberikan perhatian serius pada kasus tawuran pelajar di Bulakamba, Brebes, yang merenggut nyawa seorang siswa. Berdasarkan identifikasi awal, perselisihan antarkelompok pelajar dan provokasi di media sosial menjadi pemicu utama insiden bersenjata tajam tersebut.

Menyikapi hal ini, Sadimin telah menginstruksikan sekolah-sekolah terkait untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas siswa, termasuk memantau interaksi mereka di dunia maya.

“Pihak sekolah kini berkoordinasi erat dengan Polsek, Koramil, tokoh masyarakat, dan orang tua siswa untuk mengawasi penggunaan media sosial yang sering kali menjadi pemicu konflik,” terangnya.

Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sadimin mendorong kolaborasi lintas sektoral untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. Ia menekankan bahwa pengawasan perilaku siswa bukan hanya tanggung jawab guru, melainkan juga peran vital orang tua dan masyarakat.

Sadimin kini sedang mendalami penyebab kejadian tersebut secara komprehensif bersama dinas pendidikan kabupaten setempat. Langkah ini bertujuan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Mari kita perkuat kolaborasi untuk mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Lingkungan belajar yang kondusif adalah kunci untuk menghadirkan pembelajaran bermutu bagi seluruh siswa di Jawa Tengah,” pungkas Sadimin. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN