UNGARAN, Jatengnews.id — Pusat Sains Lanskap Berkelanjutan (PSLB) INSTIPER bergerak cepat dalam merespons rendahnya produktivitas kakao nasional. Melalui program INDOKAKAO, PSLB INSTIPER menyelenggarakan pelatihan intensif bagi para pendamping lapangan guna mentransformasi kebun kakao rakyat menjadi lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Pelatihan yang berlangsung pada 14–17 April 2026 di KP2 INSTIPER, Ungaran, Kabupaten Semarang ini mengumpulkan 30 peserta strategis. Mereka terdiri dari penyuluh pertanian, fasilitator Perhutanan Sosial, pendamping LSM, hingga pemimpin kelompok tani yang menjadi garda terdepan dalam membina petani kakao.
Fokus utama pelatihan ini adalah mencetak tenaga pendamping yang mampu mempercepat adopsi teknologi budidaya modern. PSLB INSTIPER membekali para peserta dengan pengetahuan mendalam mengenai teknik peningkatan hasil panen, manajemen kebun, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani.
Salah satu materi unggulan dalam pelatihan ini adalah penerapan Smart Agroforestry. Dalam sistem ini, peserta belajar cara mengintegrasikan pohon kakao dengan tanaman pelindung dan komoditas produktif lainnya. Pendekatan ini terbukti mampu menjaga kelembapan lahan, meningkatkan kualitas biji cokelat, dan memberikan penghasilan tambahan bagi petani di luar masa panen utama.
Direktur PSLB INSTIPER, Agus Setyarso, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan awal dari rangkaian pendampingan panjang di lapangan. Ia tidak ingin inovasi hanya berhenti di ruang kelas.
“Kami mengawal peserta agar mereka benar-benar mampu membimbing petani menerapkan inovasi di kebun masing-masing. Lewat program INDOKAKAO, kami memastikan pendampingan ini berdampak langsung pada kenaikan produktivitas dan kesejahteraan keluarga petani kakao,” ujar Agus saat memantau jalannya praktik lapangan di Ungaran.
Sinergi Riset dan Pembiayaan
Pelatihan ini juga diperkuat oleh kehadiran pakar dari CIRAD (Prancis) yang membawa riset global mengenai ketahanan ekologis. Di sisi lain, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) turut memberikan materi mengenai kemandirian ekonomi.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa pihaknya siap menyokong sektor ini melalui pembiayaan, terutama bagi petani perempuan. “Kami memberikan penguatan ekonomi agar para ibu petani yang tergabung dalam nasabah PNM Mekaar memiliki modal dan keahlian untuk menjaga keberlanjutan usaha kakao mereka,” kata Dodot.
Melalui pelatihan intensif ini, INDOKAKAO menargetkan lahirnya aktor-aktor lapangan yang mampu mengubah wajah perkebunan kakao Indonesia. Dengan penguasaan teknik smart agroforestry dan akses pasar yang lebih luas, petani kecil diharapkan mampu menembus pasar premium global dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu penghasil cokelat terbaik dunia. (01).



