Semangat Kartini Menginspirasi Aksi Nyata, PLN UIK Tanjung Jati B Perkuat Ketangguhan Bencana di Somosari

PLN UIK Tanjung Jati B berharap Desa Somosari dapat berkembang menjadi percontohan Desa Siaga Bencana yang memiliki sistem mitigasi dan kesiapsiagaan yang matang, terintegrasi, dan berkelanjutan

JEPARA, Jatengnews.id – Memaknai peringatan Hari Kartini dengan aksi konkret, PLN UIK Tanjung Jati B menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan masyarakat melalui penyaluran bantuan rambu-rambu kebencanaan di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Selasa (21/4/2026).

Desa Somosari yang berada di dataran tinggi lereng barat Gunung Muria dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tanah longsor. Berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Jepara, kondisi geografis berupa kemiringan lahan, intensitas curah hujan yang tinggi, serta permukiman yang berada di area rawan menjadi faktor utama yang menuntut adanya sistem mitigasi bencana yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial, PLN UIK Tanjung Jati B menjalankan program penguatan Desa Siaga Bencana dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Program ini juga selaras dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0072.P/DIR/2021 terkait penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Penyerahan bantuan sarana kebencanaan oleh PLN UIK Tanjung Jati B kepada Pemerintah Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Selasa (21/4). Bantuan berupa perangkat komunikasi dan pendukung kesiapsiagaan bencana ini menjadi bagian dari upaya penguatan Desa Siaga Bencana di wilayah rawan longsor. (Foto : Dok PLN)
Penyerahan bantuan sarana kebencanaan oleh PLN UIK Tanjung Jati B kepada Pemerintah Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Selasa (21/4). Bantuan berupa perangkat komunikasi dan pendukung kesiapsiagaan bencana ini menjadi bagian dari upaya penguatan Desa Siaga Bencana di wilayah rawan longsor. (Foto : Dok PLN)

Dalam kegiatan tersebut, PLN UIK Tanjung Jati B menyalurkan berbagai sarana pendukung kesiapsiagaan, meliputi papan informasi daerah rawan longsor, peta jalur evakuasi, rambu titik kumpul sementara, rambu jalur evakuasi, serta perangkat komunikasi dan penerangan darurat seperti handy talky dan lampu emergency.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kehadiran PLN dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.
“Semangat Kartini menjadi inspirasi bagi kami untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program Desa Siaga Bencana di Somosari, kami berharap masyarakat semakin tangguh, siap, dan mandiri dalam menghadapi risiko bencana,” ujarnya.

Lebih dari sekadar penyediaan sarana fisik, program ini juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi kebencanaan. Penyusunan sistem peringatan dini, jalur evakuasi, serta peta risiko menjadi langkah strategis dalam membangun respons darurat yang cepat, tepat, dan efektif.

Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan serta tujuan ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.

Melalui upaya ini, PLN UIK Tanjung Jati B berharap Desa Somosari dapat berkembang menjadi percontohan Desa Siaga Bencana yang memiliki sistem mitigasi dan kesiapsiagaan yang matang, terintegrasi, dan berkelanjutan. (ADV)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN