SEMARANG, Jatengnews.id — Komitmen dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) melalui kolaborasi strategis bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Semarang.
Melalui program MBA MAYA (Membina dan Memberdayakan) fase kedua, kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM binaan, khususnya dalam aspek manajemen usaha, literasi keuangan, serta penguatan kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
Program ini dilaksanakan secara serentak di tiga wilayah, yakni Kecamatan Banyumanik (Kota Semarang), Kecamatan Argomulyo (Kota Salatiga), dan Kecamatan Patebon (Kabupaten Kendal).
Antusiasme tinggi dari para peserta menunjukkan besarnya kebutuhan akan pendampingan dan edukasi yang aplikatif bagi pelaku usaha mikro.
Di Banyumanik, kegiatan menghadirkan Dr. Hasan, S.E., S.H., M.Sc. sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam menghadapi perubahan pasar, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran dan efisiensi operasional.
Ketua LPPM Unwahas, Dr. Agus Riyanto, S.IP., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam menciptakan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Sementara itu, di Argomulyo, materi disampaikan oleh M. Fatchurrohman, S.H.I., M.E. yang mengulas strategi pengelolaan keuangan usaha serta pentingnya membangun kepercayaan dalam ekosistem bisnis. Dr. Indah Hartati, S.T., M.T. dalam sambutannya menekankan bahwa keberlanjutan program seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku UMKM agar mampu bersaing lebih luas.
Di lokasi ketiga, Patebon, Mochamad Purnomo, S.E., M.M. memaparkan strategi pemasaran efektif, penguatan branding produk, serta pentingnya pencatatan keuangan yang akuntabel. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Linda Indiyarti Putri, S.Pd.I., M.Pd. yang menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat.
Selain penyampaian materi, sesi diskusi interaktif menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para peserta aktif mengangkat berbagai persoalan nyata, mulai dari kendala permodalan hingga strategi pemasaran digital. Interaksi ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga memberikan insight bagi akademisi terkait kebutuhan riil di lapangan.
Program MBA MAYA dirancang sebagai pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha. Kolaborasi antara LPPM Unwahas dan PT PNM diharapkan mampu menciptakan UMKM yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan memiliki daya saing tinggi.
Lebih dari itu, kegiatan ini turut memperkuat jejaring kemitraan antara perguruan tinggi dan sektor industri. Peran aktif PT PNM dalam pendampingan nasabah binaan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program, sementara pihak akademisi memberikan kontribusi dalam bentuk keilmuan dan riset terapan.
Dari sisi dampak, program ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir pelaku UMKM menuju orientasi pertumbuhan dan inovasi. Pendekatan “membina dan memberdayakan” menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, pelaksanaan program MBA MAYA fase kedua ini berjalan lancar di ketiga wilayah dengan partisipasi aktif dari para pelaku UMKM.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus diperluas dengan inovasi yang lebih beragam demi menjangkau lebih banyak pelaku usaha di berbagai daerah. (03)



