SEMARANG, Jatengnews.id – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Animal Friends Jogja menggelar aksi unjuk rasa di depan gerai McDonald’s Pandanaran, Semarang, Rabu (29/4/2026).
Aksi ini dilakukan untuk mendesak perusahaan agar berkomitmen penuh menggunakan telur dari sistem bebas sangkar (cage-free) di seluruh rantai pasoknya di Indonesia.
Dalam aksi tersebut, massa membawa poster dan spanduk bertuliskan “Akhiri praktik kandang baterai di Indonesia”. Mereka juga menampilkan aksi teatrikal yang menggambarkan kondisi ayam petelur yang hidup dalam ruang sempit sepanjang hidupnya.
Koordinator lapangan aksi, Dwi Oktavia, yang juga menjabat sebagai Campaign Manager Animal Rights Jogja, menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan sekadar komitmen simbolik.
“Animal Friends Jogja mendorong McDonald’s Indonesia untuk tidak hanya menyampaikan komitmen, tetapi benar-benar menerapkan sistem cage-free di seluruh gerai dan rantai pasoknya,” ujarnya di sela aksi.
Menurut Dwi, sistem kandang baterai yang masih digunakan saat ini dinilai tidak memperhatikan kesejahteraan hewan. Ia menyebut, ayam petelur kerap hidup dalam ruang yang sangat sempit, bahkan tidak lebih luas dari kertas ukuran A4.
“Dalam kondisi itu, ayam tidak bisa melakukan perilaku alaminya seperti mengepakkan sayap, mengais tanah, atau mematuk secara bebas. Ini menunjukkan sistem yang tidak peduli pada kesejahteraan hewan,” jelasnya.
Ia menambahkan, aksi serupa telah beberapa kali dilakukan di berbagai kota besar seperti Semarang, Jakarta, dan Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan untuk mendorong perubahan kebijakan di industri makanan cepat saji di Indonesia.
Terkait respons perusahaan, Dwi menyebut pihak McDonald’s sebelumnya telah memberikan tanggapan, namun dinilai belum cukup memenuhi tuntutan aktivis.
“Sudah ada respons, tapi tujuan kami bukan hanya itu. Kami ingin ada komitmen cage-free yang jelas, terukur, dan 100 persen diterapkan,” tegasnya.
Para aktivis berharap, melalui tekanan publik dan kampanye yang terus dilakukan, perusahaan dapat mengambil langkah nyata untuk meningkatkan standar kesejahteraan hewan dalam rantai produksi pangan nasional.(02)



