SEMARANG, Jatengnews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menjadi perhatian nasional. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak seluruh daerah memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberhasilan program tersebut.
Ajakan itu disampaikan saat membuka Dialog Nasional Praktik Baik MBG di Gumaya Hotel Semarang, Rabu (29/4/2026). Forum ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat koordinasi dan menyatukan strategi pemenuhan gizi masyarakat.
Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa MBG merupakan langkah strategis jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi investasi besar bagi masa depan bangsa. Generasi sehat dan produktif hanya bisa terwujud jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak dini,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Badan Gizi Nasional, akademisi, pemerintah daerah, hingga mitra internasional seperti Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP). Dialog ini menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi atas tantangan implementasi di berbagai wilayah.
Beberapa isu utama yang dibahas meliputi penguatan rantai pasok pangan, pemerataan distribusi, serta penyusunan standar menu sesuai kebutuhan tiap jenjang pendidikan.
Agustina menekankan pentingnya sinergi multipihak dalam mendukung keberhasilan program. Menurutnya, forum semacam ini dapat menghasilkan kebijakan yang lebih relevan dan mudah diterapkan di lapangan.
“Kita perlu saling belajar dan berbagi praktik terbaik agar pelaksanaan MBG semakin efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional RI, Suardi Samiran, menegaskan peran strategis pemerintah daerah dalam menjaga kualitas program, khususnya melalui pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pengawasan rutin sangat diperlukan untuk memastikan keamanan dan mutu pangan tetap terjaga sesuai standar,” jelasnya.
Hingga 2026, Pemerintah Kota Semarang telah mengoperasikan 174 SPPG dengan jangkauan lebih dari 281 ribu penerima manfaat. Upaya peningkatan terus dilakukan melalui perbaikan sistem pengelolaan dapur dan distribusi layanan.
Agustina menutup dengan menegaskan komitmen Pemkot Semarang untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG.
“Kami terbuka untuk terus belajar dan berinovasi, agar manfaat MBG dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya. (03)



