May Day di Karanganyar Berlangsung Kondusif, Buruh Suarakan Tuntutan

Ratusan buruh dari berbagai perusahaan menggelar long march dari kantor DPC FSPKEP Karanganyar menuju Alun-alun Karanganyar.

KARANGANYAR, Jatengnews.id  — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (1/5/2026) di Karanganyar berlangsung aman dan kondusif.

Ratusan buruh dari berbagai perusahaan menggelar long march dari kantor DPC FSPKEP Karanganyar menuju Alun-alun Karanganyar.

Dalam aksi tersebut, para buruh menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya penghapusan upah murah, penghapusan sistem outsourcing, serta penegakan hukum ketenagakerjaan. Setibanya di alun-alun, massa melanjutkan kegiatan dengan orasi di hadapan jajaran pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ketua DPC FSPKEP Karanganyar, Dhanang Sugiyatno, menilai kondisi ketenagakerjaan saat ini masih memprihatinkan. Ia mengungkapkan masih adanya pekerja yang menerima upah sangat rendah.

“Masih ada pekerja yang menerima upah sangat rendah, bahkan hanya sekitar Rp1.000 per hari. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya mengapresiasi kinerja kepolisian dalam membantu menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan yang sempat muncul sebelumnya.

“Kami apresiasi Polres Karanganyar yang membantu menyelesaikan persoalan perburuhan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menyampaikan bahwa peringatan Hari Buruh tahun ini berlangsung penuh kebersamaan. Kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis, serta hiburan bagi para buruh.

“Alhamdulillah suasananya sangat kondusif, para buruh juga menikmati kegiatan yang digelar,” kata bupati.

Ia menambahkan bahwa hubungan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja terus dijaga melalui komunikasi yang baik sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan bersama.

Kapolres Karanganyar, Arman Sahti, menjelaskan bahwa sejumlah laporan terkait upah dan pesangon telah diselesaikan melalui mediasi.

“Permasalahan yang paling banyak dilaporkan terkait upah dan pesangon. Namun semuanya sudah diselesaikan. Saat ini bisa dikatakan sudah nol persoalan,” jelasnya.

Usai rangkaian aksi dan orasi, para buruh mengikuti hiburan serta pembagian hadiah yang difasilitasi pemerintah daerah. Situasi yang kondusif diharapkan dapat terus terjaga demi mendukung pembangunan di Karanganyar.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN