SEMARANG, Jatengnews.id — Bank Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah melalui kolaborasi dengan Dekranas dan Dekranasda Jawa Tengah.
Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Andi Reina Sari mengatakan Bank Indonesia secara konsisten bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong UMKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar global, khususnya di sektor wastra seperti batik dan tenun.
“Bank Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan UMKM dan tentunya kami tidak berjalan sendiri. Kami bersama dinas terkait dan Dekranas, baik di tingkat daerah maupun nasional, terus berupaya mengembangkan UMKM, khususnya di bidang wastra karena memiliki daya tarik yang kuat,” ujarnya, Jumat (08/05/2026).
Menurutnya, kekayaan wastra Jawa Tengah menjadi potensi besar yang perlu terus diangkat agar semakin dikenal di pasar internasional.
Dalam rangka mendukung pengembangan tersebut, Bank Indonesia bersama Dekranasda Jawa Tengah menghadirkan berbagai program dalam ajang UMKM Gayeng 2026, mulai dari talkshow, business to business (B2B), fashion show, hingga business matching dengan menghadirkan buyer dari luar negeri.
Wakil Ketua Harian II Sri Suparni Bahlil menyebut antusiasme pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut sangat tinggi.
“Alhamdulillah antusias para pelaku UMKM bagus sekali. Ada beberapa booth yang dihadirkan di sini, kemudian rangkaian acaranya juga dikemas menarik, mulai dari talkshow, B2B, hingga fashion show,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menjelaskan kolaborasi bersama Bank Indonesia dilakukan secara menyeluruh mulai dari inkubasi, pelatihan, kurasi, pendampingan, hingga akses permodalan dan digitalisasi UMKM.
“Kami bersama Bank Indonesia terus melakukan kurasi dan pendampingan. Setelah itu pelaku UMKM diberikan akses permodalan dan digitalisasi agar bisa berkembang lebih luas,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah pada tahun ini menjadi yang tertinggi secara nasional, sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan sektor UMKM di daerah. (03)






