Demak,JatengNews.id— Tradisi Sedekah Bumi dan pagelaran wayang kulit kembali digelar masyarakat Desa Bungo, Kabupaten Demak pada Rabu (29/4/2026).
Kegiatan budaya tahunan tersebut berlangsung meriah dan dipadati warga yang antusias mengikuti rangkaian acara sejak siang hingga menjelang dini hari.
Kegiatan yang turut didampingi mahasiswa KKN Reguler Posko 21 UIN Walisongo Semarang itu menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya warisan leluhur di tengah perkembangan zaman modern.
Pagelaran wayang kulit menghadirkan hiburan rakyat yang sarat nilai budaya serta pendidikan karakter.
Selanjutnya, prosesi Sedekah Bumi dilaksanakan pukul 15.00 WIB melalui doa bersama dan rangkaian tradisi adat yang diikuti masyarakat setempat.
Sekretaris Desa Bungo, Imron Rusyadi, mengatakan tradisi Sedekah Bumi memiliki makna penting bagi masyarakat karena bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol kebersamaan dan rasa syukur warga.
“Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki dan hasil bumi yang diberikan Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ujar Imron Rusyadi.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kepedulian warga terhadap pelestarian budaya daerah. Ia berharap tradisi Sedekah Bumi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Bungo, KH Abdul Rohim, menilai wayang kulit bukan hanya hiburan rakyat, tetapi juga media pendidikan yang mengandung nilai moral dan sosial.
“Wayang kulit mengandung pesan kehidupan, kebersamaan, dan pendidikan karakter. Di tengah perkembangan teknologi saat ini, budaya seperti ini perlu terus dijaga agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak kehilangan identitas budayanya,” ungkapnya.
Mahasiswa KKN Reguler Posko 21 UIN Walisongo Semarang turut membantu jalannya kegiatan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara.
Keterlibatan mahasiswa KKN tersebut menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pelestarian budaya lokal di Desa Bungo.
Melalui kegiatan Sedekah Bumi dan pagelaran wayang kulit ini, masyarakat berharap nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya daerah dapat terus tumbuh serta diwariskan kepada generasi berikutnya.






