Khidmat! KKN UIN Walisongo Hadiri Haul Simbah Pangeran Natas Angin di Desa Tanggul Demak

Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan masyarakat dalam menjaga nilai religius dan kebersamaan di Desa Tanggul, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Demak, JatengNews.id — Ratusan warga Desa Tanggul, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, menghadiri pengajian haul Simbah Pangeran Natas Angin pada Jumat (1/5/2026).

Kegiatan tahunan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bentuk penghormatan masyarakat kepada tokoh leluhur yang diyakini memiliki peran besar dalam kehidupan spiritual dan sosial warga Desa Tanggul.

Acara yang turut dihadiri mahasiswa KKN Reguler Posko 8 UIN Walisongo Semarang ini dimulai dengan pembacaan tahlil, dzikir, dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Tradisi haul tersebut telah menjadi agenda rutin masyarakat Desa Tanggul sebagai sarana mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus menjaga nilai-nilai religius di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari penceramah tamu asal Jepara. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa haul tidak hanya menjadi ajang mengenang leluhur, tetapi juga momentum refleksi diri dan peningkatan kualitas keimanan.

“Haul bukan hanya sekadar mengenang, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” ujarnya dalam tausiyah.

Kepala Desa Tanggul, Mastiyono, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Ia menyebut kondisi Desa Tanggul saat ini terus menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat.

“Alhamdulillah, Desa Tanggul saat ini sudah menjadi desa yang tertata rapi, baik dari segi lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakatnya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat nilai kebersamaan dan religiusitas warga,” ungkap Mastiyono.

Ketua panitia menambahkan bahwa kegiatan haul dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan berbagai pihak, termasuk pemuda desa dan mahasiswa KKN yang turut membantu persiapan hingga dokumentasi acara.

Mahasiswa KKN Reguler Posko 8 UIN Walisongo Semarang juga berperan aktif dalam mendukung jalannya kegiatan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat serta partisipasi dalam kegiatan sosial-keagamaan di Desa Tanggul.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui kegiatan haul ini, masyarakat berharap nilai-nilai keagamaan dan tradisi warisan Simbah Pangeran Natas Angin dapat terus dilestarikan oleh generasi muda.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN