2.570 Lampion Waisak Terangi Langit Borobudur

2.570 lampion perdamaian dilepaskan bersama-sama oleh umat Buddha dan para pengunjung sebagai penutup rangkaian peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak.

MAGELANG, Jatengnews.id  – Ribuan lampion menghiasi langit malam di kawasan Candi Borobudur pada puncak perayaan Waisak 2570 BE/2026, Minggu (31/5/2026) malam.

Sebanyak 2.570 lampion perdamaian dilepaskan bersama-sama oleh umat Buddha dan para pengunjung sebagai penutup rangkaian peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak.

Suasana khidmat dan penuh harapan terasa di Marga Utama kompleks Taman Wisata Candi Borobudur. Ribuan umat Buddha dan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara memadati lokasi untuk mengikuti prosesi pelepasan lampion yang menjadi salah satu agenda utama perayaan Waisak nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan perayaan Waisak memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitar Borobudur. Tingginya jumlah pengunjung mendorong peningkatan tingkat hunian penginapan serta aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Semua penginapan dan homestay di sini penuh. Tentu saja, UMKM masyarakat di sekitar Borobudur juga merasakan dampak yang sangat signifikan,” ujarnya.

Menurut Sumarno, perayaan Waisak dapat menjadi pemicu meningkatnya kunjungan wisata ke Borobudur. Ia menilai antusiasme umat Buddha yang datang dari berbagai daerah dan luar negeri menunjukkan daya tarik kawasan tersebut sebagai destinasi wisata religi dan budaya.

Sementara itu, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Hartati Murdaya, menyampaikan bahwa peringatan Waisak turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah homestay milik warga yang kerap tidak mampu menampung seluruh pengunjung yang datang.

“Homestay masyarakat terus berkembang dan jumlahnya meningkat. Bahkan, sering kali tidak cukup untuk menampung umat yang datang saat Waisak,” kata Hartati.

Selain pelepasan lampion, rangkaian kegiatan Waisak tahun ini juga mencakup bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi lebih dari 7.000 pasien, pengambilan air suci di Umbul Jumprit, pengambilan api abadi di Mrapen, serta Dharma Santi Waisak.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa perayaan Waisak di Borobudur menjadi simbol kuat Indonesia sebagai rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian dan keberagaman.

“Saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama,” ujar Gibran.

Perayaan Waisak di Borobudur kembali membuktikan bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.

Penulis : Jaka Nuswantara

Editor : Shodiqin

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN