YBM PLN UP3 Kudus Bantu Fatimah, Penyandang Disabilitas yang Bangkit Lewat Usaha Rajut Handmade

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik

KUDUS, Jatengnews.id – Keterbatasan fisik tak pernah menghalangi semangat Ibu Fatimah (38) untuk terus berkarya. Perempuan penyandang disabilitas sejak lahir asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, itu kini semakin optimistis mengembangkan usaha rajut handmade miliknya setelah menerima bantuan alat usaha dari YBM PT PLN (Persero) UP3 Kudus bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang bertujuan membantu masyarakat agar mampu membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Fatimah yang mengembangkan produk rajut dengan merek Nifabear memperoleh berbagai perlengkapan penunjang usaha, mulai dari benang rajut aneka warna, pengait tas berbahan nikel, magnet penutup dompet, ring light, holder handphone untuk kebutuhan promosi digital, rak penyimpanan, hingga tambahan modal usaha sebesar Rp1 juta.

Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran produk rajut yang selama ini dibuat secara handmade.

Perjalanan hidup Fatimah tidaklah mudah. Sejak berusia enam bulan, ia mengalami kondisi yang membuat aktivitas fisiknya terbatas. Meski demikian, perempuan yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara itu memilih untuk terus berjuang dan tidak bergantung pada keadaan.

Kemampuan merajut dipelajarinya secara otodidak. Berbekal ketekunan, ia berhasil membangun usaha sendiri dan pernah menerima puluhan pesanan produk rajut dari berbagai pelanggan. Bahkan sebelum pandemi Covid-19, Fatimah sempat menjalankan toko boneka selama sekitar lima tahun. Dari usaha tersebut, ia mampu membantu biaya pendidikan adik bungsunya hingga lulus SMA.

Pandemi Covid-19 sempat memaksa usahanya berhenti. Namun, semangat untuk bangkit tidak pernah padam. Fatimah kembali memulai usahanya dari awal dengan mengembangkan produk rajut yang kini mulai dikenal masyarakat.

Ketua YBM PT PLN (Persero) UP3 Kudus, Candra Mukti Saksono, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk pemanfaatan dana zakat pegawai PLN agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin zakat yang dihimpun dari para pegawai PLN tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi penerimanya. Ibu Fatimah memiliki semangat dan kreativitas yang luar biasa. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi energi baru untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Kepala Perwakilan IZI Jawa Tengah, Retno Widowati, menambahkan bahwa Fatimah menjadi contoh bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya.

“Semangat, ketekunan, dan kreativitas yang dimiliki Ibu Fatimah patut menjadi inspirasi. Kami berharap kolaborasi bersama YBM PLN UP3 Kudus ini dapat memperkuat usaha yang telah dirintis sehingga berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang,” katanya.

Sementara itu, Fatimah mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan usaha rajut bersama rekan-rekan penyandang disabilitas yang tergabung dalam FKDK Kudus.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada YBM PLN UP3 Kudus dan IZI Jawa Tengah. Bantuan ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha yang sedang kami jalankan. Semoga usaha ini bisa terus berkembang, membuka peluang kerja bagi teman-teman disabilitas, dan menjadi jalan rezeki yang membawa manfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Melalui program pemberdayaan ekonomi produktif ini, YBM PT PLN (Persero) UP3 Kudus bersama IZI Jawa Tengah berharap semakin banyak mustahik yang mampu bangkit, mandiri, dan memiliki usaha yang berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bukti bahwa zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang menghadirkan harapan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN