SEMARANG, Jatengnews.id – Desa Wisata Sawah Tambangan sukses menjadi bintang dalam Festival Desa Wisata Kota Semarang 2026 dengan memborong dua gelar juara sekaligus, yakni Juara I Kategori Stand Pameran dan Juara I Kategori Atraksi Seni dan Budaya.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Festival Desa Wisata Kota Semarang 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Harda Walika, Desa Wisata Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Sabtu (11/7/2026).
Festival yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang itu diikuti 15 peserta, terdiri atas 12 desa wisata dan tiga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari berbagai wilayah di Kota Semarang.
Pada kategori Video dan Administrasi, Juara I diraih Desa Wisata Kampoeng Djadhoel, Juara II Desa Wisata Pudakpayung, dan Juara III Desa Wisata Jatirejo.
Sementara pada kategori Stand Pameran, Juara I diraih Desa Wisata Sawah Tambangan, disusul Desa Wisata Jatirejo sebagai Juara II dan Desa Wisata Kampoeng Djadhoel sebagai Juara III.
Adapun pada kategori Atraksi Seni dan Budaya, Juara I kembali diraih Desa Wisata Sawah Tambangan, Juara II Desa Wisata Kampoeng Djadhoel, dan Juara III Desa Wisata Kandri.
Ketua Pokdarwis Kampung Soto Sawah Tambangan, Zainal Arifin, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kerja sama seluruh masyarakat dalam menampilkan potensi lokal yang selama ini belum banyak dikenal.
“Di desa kami sebenarnya banyak potensi yang belum tergali. Melalui festival ini kami berupaya menggabungkan seluruh potensi yang ada untuk ditampilkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, atraksi yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan kuliner Soto Sawah, tetapi juga beragam kesenian tradisional seperti kuda lumping dan seni budaya lainnya yang menjadi kekayaan desa.
Menurutnya, festival ini menjadi momentum untuk terus mengembangkan potensi wisata agar semakin beragam dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.
“Festival ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menggali dan mengembangkan potensi desa. Ke depan kami ingin menghadirkan lebih banyak atraksi dan inovasi sehingga Kampung Soto Sawah Tambangan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Semarang,” katanya.
Sementara itu, Asisten Sekda Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho, mengatakan penyelenggaraan Festival Desa Wisata Kota Semarang tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Menurutnya, kualitas seluruh peserta meningkat signifikan sehingga persaingan berlangsung sangat ketat.
“Hampir semua peserta memiliki nilai yang tipis. Kualitasnya juga sangat baik sehingga seluruh desa wisata yang mengikuti festival ini tampil luar biasa. Ini membuktikan bahwa desa-desa wisata di Kota Semarang terus berkembang dan semakin maju,” ujarnya. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara


