BANYUMAS, Jatengnews.id  — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-58 Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. KH. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto tidak hanya menjalankan program pengabdian masyarakat, tetapi juga memetakan potensi ekonomi yang dimiliki setiap desa.
Menurutnya, hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha desa agar mampu meningkatkan nilai tambah produknya dan memperluas pasar.
Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri pelepasan 2.336 mahasiswa KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu di halaman rektorat kampus, Rabu (15/7/2026).
Dalam dialog bersama mahasiswa, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menilai desa-desa di Jawa Tengah memiliki banyak potensi yang belum dikembangkan secara optimal. Karena itu, ia berharap mahasiswa mampu mengidentifikasi komoditas unggulan maupun usaha masyarakat yang layak didorong menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Nanti kita dampingi, termasuk packaging-nya (pengemasan). Setelah sudah bagus, PIRT-nya dan halalnya kita dorong juga,” kata Gus Yasin.
Ia mencontohkan komoditas petai yang selama ini banyak dijual dalam bentuk mentah. Menurutnya, melalui inovasi pengolahan menjadi berbagai produk olahan, nilai jual komoditas tersebut dapat meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat desa.
Selain pengembangan UMKM, Gus Yasin juga meminta mahasiswa ikut mendampingi pemerintah dalam memastikan akurasi data kemiskinan. Keberadaan mahasiswa di lapangan dinilai dapat membantu memperoleh gambaran riil mengenai kondisi masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
Salah seorang peserta KKN, Anggi Fatika Rosidi, mengatakan kelompoknya akan melaksanakan KKN di Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Selain mendampingi UMKM anyaman besek dan sektor pertanian, kelompoknya juga akan menginisiasi program untuk menekan angka putus sekolah.
“Kami ingin mendorong lagi supaya anak-anak mau bersekolah dan melanjutkan pendidikannya sampai jenjang yang lebih tinggi,” ujar Anggi.
Menurut Anggi, program tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah. Bahkan, Gus Yasin menyatakan akan memantau perkembangan program yang dijalankan mahasiswa selama masa KKN.
Tahun ini, sebanyak 2.336 mahasiswa mengikuti KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu. Sebanyak 1.790 mahasiswa ditempatkan di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen, sedangkan 446 mahasiswa lainnya untuk pertama kalinya melaksanakan KKN di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
KKN berlangsung selama 40 hari, mulai 16 Juli hingga 24 Agustus 2026. Program ini juga melibatkan 131 mahasiswa kolaborasi dari sejumlah perguruan tinggi, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, dan Universitas An-Nuqayah Madura.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin


