Pakde dan Keponakan Tewas Ditabrak KA Petikemas di Kokrosono Semarang, Satu Korban Masih Dirawat

Setelah Hafizh Rehan (9), siswa kelas III SDIT Al Kolam Simongan, dinyatakan meninggal dunia akibat cedera kepala, pengendara sepeda motor Rujito (45) juga meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

SEMARANG, Jatengnews.id – Korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara sepeda motor dan Kereta Api (KA) Petikemas di perlintasan sebidang Kokrosono, Semarang Tengah, Senin (20/7/2026), bertambah menjadi dua orang.

Setelah Hafizh Rehan (9), siswa kelas III SDIT Al Kolam Simongan, dinyatakan meninggal dunia akibat cedera kepala, pengendara sepeda motor Rujito (45) juga meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Tri Priyanto, mengatakan Rujito mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 12.30 WIB setelah sempat mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.

“Sekitar pukul 12.30 WIB dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Sejak setelah kecelakaan kondisinya kritis dan belum sempat sadar,” ujar Tri Priyanto saat ditemui di rumah duka korban, Senin (20/7/2026).

Menurut Tri, keluarga telah mendapat penjelasan dari pihak rumah sakit bahwa kondisi korban sejak awal memang sangat kritis akibat luka berat yang dideritanya.

Sementara itu, jenazah Hafizh Rehan telah dimakamkan di TPU Bum Lama, Semarang, sekitar pukul 14.00 WIB setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka.

Rutin Mengantar Keponakan ke Sekolah

Tri mengungkapkan, Rujito merupakan paman dari Hafizh dan Ibrahim. Hampir setiap pagi, ia membantu mengantar kedua keponakannya berangkat ke sekolah ketika orang tua mereka berhalangan.

Pada hari nahas tersebut, Rujito kembali diminta mengantar kedua anak itu karena orang tua mereka memiliki keperluan lain.

“Memang sering mengantar ke sekolah. Kadang orang tuanya, kadang Pakdenya. Hari ini kebetulan orang tuanya ada kegiatan sehingga diminta mengantar,” katanya.

Hafizh Rehan yang duduk di bangku kelas III meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Sementara sang kakak, Ibrahim (12), siswa kelas VI SDIT Al Kolam Simongan, hingga kini masih menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi.

Tri menyebut kondisi Ibrahim mulai membaik. Korban telah sadar dan dapat diajak berkomunikasi, namun masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

“Yang kakaknya sudah sadar dan sudah bisa diajak komunikasi. Sekarang masih menunggu hasil CT Scan dan rontgen dari rumah sakit,” ujarnya.

Keluarga Masih Berduka

Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Menurut Tri, ibu kedua anak tersebut masih mengalami syok setelah kehilangan putranya, sedangkan sang ayah masih mendampingi Ibrahim di rumah sakit.

“Ibunya masih sangat syok karena kehilangan anaknya. Bapaknya masih di rumah sakit mendampingi anaknya yang masih dirawat,” tuturnya.

Sebelumnya, Satlantas Polrestabes Semarang menyebut hasil penyelidikan awal mengindikasikan kecelakaan terjadi ketika sepeda motor yang dikendarai Rujito diduga melintasi perlintasan saat palang pintu sudah tertutup dan sirene peringatan berbunyi.

Pada saat bersamaan, KA Petikemas relasi Tanjung Priok–Surabaya melaju dari arah barat menuju timur. Benturan pun tidak dapat dihindari hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi pengguna jalan agar mematuhi rambu dan sistem peringatan di perlintasan sebidang demi menghindari kecelakaan serupa.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN