SEMARANG, Jatengnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di Jawa Tengah pada Rabu, 22 Juli 2026 didominasi cerah hingga cerah berawan.
Namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta hujan ringan di wilayah pegunungan.
Prakiraan ini berlaku selama 12 jam mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Berdasarkan pengamatan pukul 05.30 WIB, cuaca di Semarang terpantau cerah. Suhu udara tercatat 23,7°C dengan kelembapan 88%. Angin bertiup dari arah Selatan dengan kecepatan 8 km/jam.
Sepanjang hari, suhu di Semarang diprakirakan berkisar 27–33°C dengan kelembapan 45–80%.
– Pagi – siang: cerah
– Sore – awal malam: cerah berawan hingga berawan. Angin bertiup dari Timur – Selatan dengan kecepatan 05 – 30 km/jam.
Secara umum, cuaca Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari cerah – cerah berawan. Memasuki sore hingga awal malam, kondisi berubah menjadi cerah berawan – berawan.
BMKG menyebut ada potensi hujan ringan tidak merata di sebagian wilayah pegunungan, dataran tinggi dan sekitarnya seperti Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, dan Temanggung.
Suhu udara di Jateng berkisar 16–33°C dan kelembapan 45–95%. Angin umumnya dari arah Timur – Selatan dengan kecepatan 05 – 35 km/jam.
BMKG juga mengingatkan: “Waspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan” karena cuaca kering masih mendominasi musim kemarau.
Cuaca Beberapa Kota di Jateng
Beberapa kota besar diprakirakan berawan hingga cerah berawan:
– Surakarta: Berawan, 27–33°C
– Magelang: Berawan, 22–32°C
– Purwokerto: Berawan, 22–32°C
– Salatiga: Berawan, 22–33°C
– Klaten, Sukoharjo, Wonogiri: Cerah Berawan, 27–33°C
Sementara Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Mungkid berpotensi mengalami hujan ringan dengan suhu terendah 16–22°C.
Untuk pelayaran, tinggi gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah 0,5 – 1,25 meter. Sedangkan di Perairan Selatan Jawa Tengah 1,25 – 2,5 meter.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan saat beraktivitas di luar ruangan, tidak melakukan pembakaran terbuka, dan memantau informasi cuaca terkini.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor Jaka Nuswantara


