KKN UIN Walisongo Latih Warga Purwosari Kendal Olah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah organik melalui edukasi dan praktik pengolahan limbah ramah lingkungan.

Kendal, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 194 berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Desa Purwosari menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme di Balai Desa Purwosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan ini sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.

Program bertajuk “Dari Sampah Organik untuk Bumi yang Lebih Baik” ini diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas kader PKK dan perwakilan dari masing-masing RW di Desa Purwosari.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya limbah organik hasil pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Akibatnya, sampah organik sering menimbulkan bau tidak sedap, menjadi tempat berkembang biaknya penyakit, serta mencemari lingkungan.

Kepala Desa Purwosari, Akhmad Nur Wahid, S.E., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo yang menghadirkan edukasi kepada masyarakat mengenai pengolahan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat.

“Saya sangat mendukung penerapan eco enzyme secara berkelanjutan karena manfaatnya yang sangat banyak,” ujar Akhmad Nur Wahid saat membuka kegiatan.

Penanggung jawab kegiatan sekaligus pemateri, Fela Ristiana, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai eco enzyme sekaligus mendorong pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memahami apa itu eco enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta mampu mempraktikkan pembuatannya secara mandiri di rumah,” jelas Fela.

Dalam sesi materi, peserta memperoleh penjelasan mengenai pengertian eco enzyme, manfaat bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari, tahapan pembuatan, hingga teknik penyimpanan serta proses panen hasil fermentasi.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi berlangsung. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari tahapan fermentasi, cara penggunaan eco enzyme, hingga solusi apabila proses fermentasi mengalami kegagalan.

Usai penyampaian materi, seluruh peserta mengikuti praktik langsung membuat eco enzyme menggunakan limbah organik berupa kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan gula merah atau molase serta air sesuai komposisi yang telah dijelaskan oleh pemateri.

Hasil praktik kemudian disimpan di Balai Desa Purwosari untuk menjalani proses fermentasi selama tiga bulan.

Selama dua minggu pertama, wadah fermentasi akan dipantau secara berkala melalui pengecekan dan pembuangan gas yang terbentuk.

Eco enzyme tersebut diperkirakan siap dipanen pada Oktober 2026.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, setiap perwakilan RW diimbau untuk menyosialisasikan kembali pembuatan eco enzyme kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Setelah masa fermentasi selesai, peserta akan kembali berkumpul di Balai Desa Purwosari untuk mengevaluasi hasil sekaligus melakukan proses panen eco enzyme.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 194 dan Tim Penggerak PKK Desa Purwosari ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik semakin meningkat.

Selain mengurangi volume limbah rumah tangga dan hasil pertanian, eco enzyme juga menjadi salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN