SEMARANG, Jatengnews.id – Prestasi membanggakan ditorehkan Ibrahim Al Abrar (12), siswa kelas 6 SDN 3 Genengsari, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Berkat kemampuannya menemukan celah keamanan pada situs milik NASA dan Pemerintah Provinsi Lampung melalui mekanisme pelaporan resmi, Ibrahim mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah berupa sebuah laptop.
Ibrahim diundang ke Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (29/7/2026) sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya dalam bidang keamanan siber di usia yang masih sangat muda.
Ia mengaku membutuhkan waktu enam hari untuk menemukan kerentanan yang kemudian diakui oleh NASA. Selama proses tersebut, Ibrahim menghabiskan waktu sekitar tiga hingga empat jam setiap hari untuk melakukan analisis.
“Setelah saya menemukannya, saya merasa itu sangat susah karena selama enam hari saya menggunakan komputer bukan hanya dua jam, tetapi tiga sampai empat jam setiap hari,” ujar Ibrahim saat ditemui Jatengnews.id di Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Menurut Ibrahim, proses pencarian kerentanan dimulai dengan menemukan tautan yang sudah tidak aktif pada sistem NASA. Temuan tersebut kemudian dilaporkan melalui mekanisme pelaporan keamanan yang telah disediakan.
“Saya harus menemukan link yang mati di media NASA. Dari situ saya melihat ada potensi yang bisa disalahgunakan jika diambil alih, sehingga saya melaporkannya melalui jalur yang resmi,” katanya.
Ketertarikannya terhadap dunia keamanan siber berawal sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Selama dua tahun terakhir, Ibrahim belajar coding secara otodidak dengan sesekali mendapat bimbingan dari orang tuanya.
Perjalanannya tidak selalu berjalan mulus. Sebelum ada laporan yang diterima, Ibrahim telah mengirimkan beberapa laporan dengan hasil yang berbeda-beda.
“Saya sudah membuat empat laporan. Ada yang ditolak, ada yang duplikat, ada yang masih pending, dan ada juga yang diterima,” ungkapnya.
Selain memperoleh pengakuan dari NASA, Ibrahim juga berhasil melaporkan kerentanan pada situs Pemerintah Provinsi Lampung. Atas temuannya tersebut, ia menerima sertifikat apresiasi.
Perjalanan itu dimulai sejak April 2026. Setelah melalui proses verifikasi, laporannya diterima pada Juni 2026 dan sertifikat penghargaan diterimanya pada Juli 2026.
Laptop yang diterima dari Gubernur Jawa Tengah akan dimanfaatkan Ibrahim untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber sekaligus membangun portofolio.
“Harapannya saya bisa terus berkembang dan membangun portofolio saya untuk ke depannya,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai cita-citanya, Ibrahim menjawab dengan mantap. “Cyber security professional,” katanya singkat.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N


