SEMARANG, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 116 Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 menggelar edukasi bagi masyarakat RW 02, Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Kegiatan tersebut mengangkat sejumlah materi yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan, literasi digital, strategi pemasaran, hingga pengembangan operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk meningkatkan literasi masyarakat sekaligus mendorong penguatan kesejahteraan ekonomi warga, khususnya pelaku usaha rumahan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membagi kegiatan edukasi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas Pengelolaan Keuangan, Marketing, dan Tata Kelola UMKM. Sementara sesi kedua berfokus pada Literasi Digital serta Pengembangan Operasional UMKM.
Pada sesi pertama, materi dibuka dengan topik Marketing Strategy yang disampaikan Marsha Anastasya. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengoptimalkan potensi usaha yang mereka miliki.
Warga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya strategi pemasaran yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi di lingkungan sekitar.
Materi kemudian dilanjutkan Humaira Khairunnisa melalui pembahasan Tata Kelola Usaha bagi UMKM. Dalam materi ini, warga dikenalkan dengan pentingnya pengelolaan bisnis yang efektif dan terencana guna menjaga keberlanjutan usaha.
Pembahasan mencakup pengelolaan operasional, pencatatan keuangan sederhana, serta strategi pengembangan usaha agar UMKM mampu tumbuh dan bersaing secara optimal.
Selanjutnya, Awaludin memperkenalkan pemanfaatan aplikasi Telegram dan Google Spreadsheet sebagai sistem terpadu untuk melakukan pencatatan keuangan sederhana.
Sistem tersebut dirancang agar mudah digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Dengan pencatatan secara rutin, warga diharapkan dapat memantau jejak dan riwayat keuangan, sekaligus menyusun perencanaan keuangan secara lebih tepat.
Memasuki sesi kedua, edukasi dibuka Jessica Eugenia yang membahas pentingnya pengemasan produk secara aman dan higienis.
Warga diberikan pemahaman mengenai pemilihan jenis kemasan yang sesuai, menjaga kebersihan selama proses pengemasan, serta informasi penting yang perlu dicantumkan pada label produk.
Pengemasan yang tepat dinilai tidak hanya berperan dalam menjaga kualitas dan keamanan produk, tetapi juga dapat meningkatkan nilai jual produk UMKM.
Materi berikutnya disampaikan Pramudya Ilham mengenai penyimpanan bahan baku dan produk jadi sesuai praktik yang baik.
Melalui materi tersebut, warga mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat penyimpanan yang benar, tahapan penyimpanan bahan baku maupun produk jadi, serta penerapannya untuk menjaga kualitas produk dan mengurangi risiko kerusakan.
Sesi kedua kemudian dilanjutkan dengan materi yang berfokus pada peningkatan operasional UMKM.
Nugraha Aji Wicaksono mengajak warga memahami pentingnya perawatan peralatan usaha untuk menjaga kinerja sekaligus memperpanjang usia pakai peralatan yang digunakan sehari-hari.
Ia juga mengenalkan digitalisasi manajemen perawatan melalui pencatatan kondisi dan riwayat peralatan, penjadwalan, serta pengingat perawatan secara digital.
Dengan sistem tersebut, perawatan diharapkan dapat dilakukan lebih teratur, potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal, dan biaya perbaikan dapat ditekan.
Materi selanjutnya disampaikan Lovina Aulia mengenai Manajemen Food Waste UMKM secara interaktif.
Materi ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah makanan, menentukan prioritas dalam penanganannya, serta menerapkan langkah-langkah pengelolaan food waste yang dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM.
Sebagai penutup, Loveando Mozart memberikan materi mengenai efisiensi energi dengan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile serta melakukan perhitungan daya listrik secara mandiri.
Materi tersebut bertujuan membekali warga dan pelaku UMKM dengan kemampuan mengontrol konsumsi listrik sehari-hari. Dengan pengelolaan energi yang lebih efisien, pelaku usaha diharapkan mampu menghindari pembengkakan tagihan listrik sekaligus menekan biaya operasional.
Kegiatan edukasi tersebut mendapat antusiasme tinggi dari warga RW 02 Kelurahan Pedurungan Tengah, terutama masyarakat yang menjalankan usaha rumahan.
Perwakilan warga dan pelaku UMKM setempat mengapresiasi program yang dibawakan mahasiswa Kelompok Sosial Kemasyarakatan 3 KKN-T 116.
Beragam materi yang disampaikan, mulai dari strategi pemasaran, tata kelola keuangan, hingga manajemen food waste, dinilai praktis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penyampaian materi yang dilakukan secara interaktif dan mudah dipahami juga membuat warga dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan aktivitas usaha sehari-hari.
Melalui rangkaian program tersebut, Tim KKN-T 116 berharap masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital secara aman dan produktif.
Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi warga untuk membangun tata kelola usaha yang lebih terencana, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing UMKM lokal di tengah perkembangan ekonomi digital.
Pada akhirnya, program edukasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi warga RW 02 Kelurahan Pedurungan Tengah.
Penulis  : Tim Mahasiswa KKN
Editor     : Alif Nazzala Rizqi





